Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Mamin: Produsen Butuh Insentif a la Orde Baru

Untuk merangsang peningkatan penjualan ke luar negeri pemerintah perlu berikan insentif kredit ekspor seperti pada era Orde Baru.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 11 Maret 2015  |  19:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Produsen makanan dan minuman olahan menilai insentif kredit ekspor lebih efektif merangsang perkembangan bisnis ketimbang kelonggaran pajak.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan untuk merangsang peningkatan penjualan ke luar negeri pemerintah perlu berikan insentif kredit ekspor seperti pada era Orde Baru.

“Paling tidak ekspor mamin US$6 miliar, kalau diberikan kredit ekspor tentu bisa mengurangi biaya bunga, ini yang bisa langsung dinikmati,” ucap Adhi, di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Untuk mengurangi dampak negatif dari impor bahan baku tatkala dolar sedang meraja maka industri harus didorong tingkatkan ekspor.

Insentif kredit ekspor dinilai lebih efektif ketimbang kelonggaran fiskal berupa tax allowance dan tax holiday.

Dua opsi isentif ini dinilai lebih memengaruhi secara jangka menengah setidaknya setahun pasca diterapkan.

Kredit ekspor merupakan kredit yang diberikan dalam rupiah atau mata uang asing kepada eksportir atau pemasok.

Pendapatan ekspor berupa dolar AS disertai kredit juga dalam mata uang yang sama artinya tidak ada risiko. “Bunga rupiah mahal karena ada risiko,” kata Adhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit ekspor industri makanan dan minuman olahan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top