Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kelanjutan Sistem Penyediaan Air Minum Dikaji

Pemerintah akan segera membahas kelanjutan proyek KPS Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terancam tidak dapat lagi diteruskan setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 24 Februari 2015  |  21:11 WIB
Kelanjutan Sistem Penyediaan Air Minum Dikaji
Fasilitas distribusi air minum - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah akan segera membahas kelanjutan proyek KPS Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terancam tidak dapat lagi diteruskan setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air.

Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Mochammad Natsir mengatakan dengan pembatalan UU SDA tersebut, pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan proyek-proyek SPAM yang didanai bersama swasta.

Menurutnya, dalam pekan ini akan segera dilakukan pembicaraan internal di Kementerian PU-Pera untuk membahas kelanjutan proyek-proyek tersebut.

“Kita akan kaji secara internal dulu apa dampak keputusan MK ini ke depan, setelah itu akan kita bicarakan dengan seluruh stakeholder terkait,” katanya di Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Menurut Natsir, ada kemungkinan swasta tidak lagi dapat terlibat untuk ikut berinvestasi dalam proyek SPAM.

Mahkamah Konstitusi membatalkan UU No. 7/2004 pekan lalu (Rabu, 18/2/2015) karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip penguasaan negara atas air untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem penyediaan air minum (spam) sumber daya air
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top