Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LARANGAN IMPOR JEROAN: Begini Antisipasi Pengusaha Restoran

Kalangan pengusaha restoran tengah menyiapkan antisipasi terkait adanya penghentian impor jeroan daging Sapi oleh Kementerian Pertanian dengan mengurangi penggunaan jeroan sebagai bahan baku masakan.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  01:45 WIB
Daging sapi di pasar.  - Antara
Daging sapi di pasar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengusaha restoran tengah menyiapkan antisipasi terkait adanya penghentian impor jeroan daging Sapi oleh Kementerian Pertanian dengan mengurangi penggunaan jeroan sebagai bahan baku masakan. 

Ketua Bidang Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Soedi Hartono mengatakan selama ini penggunaan jeroan memang tergantung dari impor, mengingat mahalnya harga jeroan Sapi di dalam negeri. 

“Kebanyakan memang menggunakan jeroan impor, terutama restoran tradisional. Ini sudah disiapkan alternatif misalnya mengurangi kadar jeroan dalam masakan atau dikombinasi dengan jeroan lokal,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (29/1/2015). 

Langkah yang dilakukan pengusaha adalah dengan menggunakan jeroan lokal namun mengurangi kadar jeroan dalam masakan. Hal ini dilakukan karena harga jeroan dalam negeri terbilang cukup mahal dibanding jeroan impor. 

Pertimbangan harga itulah yang membuat pelaku usaha restoran selama ini lebih memilih menggunakan jeroan impor.” Kalau dari luar negeri kan kebanyakan frozen, sedangkan dalam negeri fresh, jadi lebih mahal yang dari dalam negeri,” imbuhnya. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengatakan pengelola kafe kemungkinan tidak akan menyediakan menu yang mengandung jeroan sebagai bahan baku. 

Penghapusan menu ini berani dilakukan oleh pengusaha karena selama ini kafe dan restoran yang berada di bawah naungan Apkrindo tidak terlalu tergantung pada jeroan, baik jeroan impor maupun lokal. 

“Kalau jeroan pengelola kafe di asosiasi kami tidak terlalu besar konsumsinya, daging yang sangat besar. Jadi ini tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya. 

Artinya, tegas Eddy, dengan ditutupnya impor jeroan dan prediksi melonjaknya harga jeroan lokal tidak akan berpengaruh terhadap usaha kafe dan restoran. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor daging
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top