Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NPL KUR UMKM TINGGI: Menkop Batasi Penyaluran ke Usaha Mikro

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan kredit bermasalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah sangat tinggi sehingga program itu terus dievaluasi dalam beberapa waktu terakhir.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  18:33 WIB
UMKM kerajinan tangan. Penyaluran KUR dibatasi karena NPL tinggi - Antara
UMKM kerajinan tangan. Penyaluran KUR dibatasi karena NPL tinggi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan kredit bermasalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah sangat tinggi sehingga program itu terus dievaluasi dalam beberapa waktu terakhir.

"NPL atau kredit bermasalah KUR itu sudah sangat tinggi, sampai 4,2 persen, jadi KUR kita evaluasi," kata Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (29/1/2015).

Dia mengatakan angka itu sudah berada di ambang batas toleransi untuk kredit bermasalah perbankan sehingga KUR sempat dimoratorium atau dihentikan sementara penyalurannya menunggu hasil evaluasi.

Salah satu evaluasi, kata dia, KUR yang paling banyak tingkat kredit bermasalahnya adalah kreditur dengan nominal pinjaman di atas Rp20 juta.

"Yang kreditur besar yang banyak masalah jadi untuk sementara kita lanjutkan untuk KUR kredit mikro saja," katanya.

Namun, dia menegaskan setelah evaluasi, KUR akan terus dijalankan karena dinilai masih dibutuhkan masyarakat.

"Setelah selesai evaluasi KUR bisa jalan lagi," katanya.

Kementerian Koperasi dan UKM membatasi penyaluran KUR untuk sektor mikro atau Rp20 juta dengan tanpa agunan tetap berjalan. Pemerintah menaikkan plafond untuk kredit mikro tanpa agunan dari Rp20 juta ke Rp25 juta pernasabah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit usaha rakyat
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top