Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faber-Castell Proyeksikan Penjualan Meningkat 5%

Dengan harapan stabilnya kurs nilai tukar, Group Faber-Castell memperkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat sedikitnya 5% dan peningkatan keuntungan di tahun budget 2014-2015 (periode 1 April 2014 - 31 Maret 2015). Dalam periode 6 bulan awal, pasar utama di Amerika Latin dan Asia mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan.
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  20:12 WIB
http:/ - www.faber/castell.co.id
http:/ - www.faber/castell.co.id

Bisnis.com, JAKARTA-- Dengan harapan stabilnya kurs nilai tukar, Group Faber-Castell memperkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat sedikitnya 5% dan peningkatan keuntungan di tahun budget 2014-2015 (periode 1 April 2014 - 31 Maret 2015).  Dalam periode 6 bulan awal, pasar utama di Amerika Latin dan Asia mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan.

Dalam siaran persy yang diterima Rabu (21/1/), manajemen Faber-Castell menyatakan akan terus hadir dan tetap berusaha memposisikan dirinya di pasar premium.

"Kami memposisikan diri sebagai sahabat kreatif bagi sepanjang usia dan secara berkelanjutan terus menyediakan produk-produk yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat", ungkap CEO & Chairman Faber-Castell, Count Anton-Wolfgang von Faber-Castell.

"Masih terdapat peluang bagi korporasi untuk tumbuh di pasar Amerika, Asia dan Amerika Latin, jika kami terus memperluas distribusi sesuai dengan rencana yang telah ada," ujar Count Anton.  

Sejauh ini, Faber-Castell yang merupakan salah satu perusahaan keluarga tertua di dunia ini, tidak terkena imbas dari pelambatan ekonomi di Jerman. Count Anton juga menjelaskan bahwa hal ini karena Faber-Castell telah beroerintasi global, dan posisi Jerman sebagai negara produsen.
 
Tahun budget ini perfoma produsen pensil terbesar di dunia ini menunjukan tren positif dibandingkan tahun lalu, meskipun di beberapa negara mencatatkan total pertumbuhan 6% di mata uang lokal, penjualan group justru tercatat mengalami penurunan sebesar 4% (26 Juta Euro) dari total penerimaan korporasi yang mencapai 564 Juta Euro pada tahun 2013-2014, akibat penguatan mata uang Euro.

Write off, khususnya di  India dan Mexico, juga memberikan dampak yang negatif terhadap profitabilitas perseroan pada periode 2013/2014.  Namun, pencapaian Group Faber-Castell di semester pertama ini menunjukan hal positif. Hal itu tidak hanya disebabkan oleh stabilnya bisnis di kedua anak perusahaan yang bermasalah tersebut,  tetapi juga karena Faber-Castell Brazil dan Faber-Castell Jerman sebagai dua perusahaan terbesar mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Sementara itu, Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim menambahkan bahwa perusahaan Faber-Castell di Indonesia juga tumbuh cukup sehat. Indonesia telah menjadi negara tujuan bisnis terbesar Faber-Castell  di Asia. Faber-Castell akan secara berkelanjutan berinvestasi di Indonesia dengan perluasan pabrik dan diversifikasi produk.

Dia menjelaskan produksi yang berkelanjutan dan beroerintasi terhadap pelestarian lingkungan merupakan hal penting bagi Faber-Castell.

Dengan total produksi 2,3 juta pensil per tahun, Group Faber-Castell secara berkelanjutan akan tetap fokus dengan apa yang selama ini menjadi keahliannya, yakni pensil hitam dan pensil warna dan akan memperluas penggunaannya guna memenuhi kebutuhan untuk tujuan pendidikan di seluruh dunia.
Count Anton menambahkan bahwa mendapatkan sumber kayu yang berkelanjutan dan bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan telah menjadi salah satu prioritas utama group Faber-Castell dalam beberapa tahun terakhir.


Sementara itu, terkait dengan pelestarian hutan yang dilaksanakan Faber-Castell di Brazil, Count Anton menambahkan bahwa proyek tersebut telah diakui sebagai salah satu proyek pelestarian hutan dunia, dan saat ini Bank Dunia juga telah memfasilitasi Faber-Castell melalui proyek pelestarian hutan di Colombia sebagai proyek Clean Development Mechanism (CDM) yang diprakarsai oleh PBB.

Dalam proses pengembangan dan pemasaran berbagai produk, Faber-Castell memberikan perhatian besar terhadap kualitas dan daya tahan produk serta  dapat didaur ulang   bebas dari bahan berbahaya dan bahwa proses produksi harus netral CO2,  jelas Count Anton.

Sementara itu melalui sebuah studi ilmiah yang dilakukan TÜV Rheinland belum lama ini, menyatakan Faber-Castell memperoleh "kategori hijau" dalam sisi ekologi, hal itu diperoleh dari data bahwa hutan milik Faber-Castell dapat menyerap lebih dari 900.000 ton karbon dioksida, lebih dari  yang diemisi oleh pabrik-pabrik Faber-Castell.

Dalam rencana kedepannya, Group Faber-Castell berkomitmen untuk terus mempeluas distribusi dan ekspasi mereknya di seluruh dunia.

Count Anton menjelaskan pihaknya fokus untuk bisa memastikan memperoleh keuntungan dalam jangka panjang, dibandingkan dengan hanya fokus kepada pertumbuhan penjualan per tahunnya, "Kami yakin dengan Group Faber-Castell, dengan mengedepankan tata pola manajemen yang tidak terpusat, namun tetap ditunjang dengan stuktur yang kuat secara menglobal dan posisi Faber-Castell di konsumen dunia yang sangat baik selama ini", tambah Count Anton.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Faber-Castell
Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top