Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAMPAK KRISIS RUBEL: Rusia Siap Hadapi Pembengkakan Defisit Anggaran 2015

Rusia siap menghadapi kenaikan defisit anggaran tahun depan sebagai ekses dari krisis ruben dan merosotnya harga minyak dunia tahun ini
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 26 Desember 2014  |  11:04 WIB

Bisnis.com, MOSKWA--Rusia siap menghadapi kenaikan defisit anggaran pada 2015 sebagai ekses dari krisis rubel dan merosotnya harga minyak mentah dunia tahun ini.

Menteri Keuangan Anton Siluanov menuturkan kenaikan defisit anggaran dalam setahun tidak terlalu menakutkan.

Dia menegaskan pemerintah tetap kokoh dan tengah menjaga pondasi anggaran pada tahun-tahun berikutnya.

"Jika pendapatan kian rendah dan pengeluaran pokok seluruhnya membutuhkan pembiayaan, maka kita akan menggunakan cadangan devisa dan menaikkan defisit," ujarnya, Jumat (26/12/2014).

Ketika harga minyak mentah dunia mencapai US$100 per barel, Moskwa menargetkan anggaran 2015 akan surplus hingga 0,6%, namun pertengahan bulan ini proyeksi diubah.

Ekonom memperkirakan Rusia akan defisit hingga 0,8%-0,9% pada 2015 setelah Parlemen Rendah menyetujui proposal dari Kemenkeu.

Proposal itu berisi permintaan suntikan dana senilai 1 triliun rubel dari pemerintah kepada industri perbankan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top