Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Diminta Moratorium Pengiriman TKI Ke Malaysia

Asosiasi Pengusaja Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) meminta pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  19:01 WIB
Pemerintah Diminta Moratorium Pengiriman TKI Ke Malaysia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaja Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) meminta pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia.

Pasalnya pemerintah negara tersebut mengeluarkan surat edaran kepada seluruh PPTKIS terkait pengenaan biaya untuk keperluan pengantaran paspor ke pihak swasta yang ditunjuk oleh pemerintah Malaysia.

"Alasannya untuk mengurus visa ke Malaysia guna perbaikan sistem. Anehnya perusahaan yang ditunjuk pemerintah Malaysia itu berada di Jakarta. Seharusnya kalau ada apa-apa pemerintah Indonesia dan PPTKIS dilibatkan," kata Ketua Umum Apjati Ayub Basalamah kepada Bisnis.com, Selasa (16/12/2014).

Menurut Ayub, seharusnya pemerintah Malaysia mengacu pada MoU yang telah disepakati dengan pemerintah Indonesia, di mana apabila hendak mengeluarkan regulasi atau aturan baru harus dikomunikasikan melalui Joint Working Group (JWG).

Ayub mengancam apabila pemerintah tidak memberlakukan moratorium, maka perusahaan yang berada di bawah naungan Apjati akan menghentikan secara sepihak pengiriman TKI ke Malaysia.

“Kami minta moratorium ke Malaysia diberlakukan kembali, baik formal maupun informal,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

moratorium perlindungan tki tki malaysia
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top