Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Perusahaan Besar Kelapa Sawit Siap Tandatangani Ikrar IPOP

Kadin Indonesia menyatakan dua perusahaan kelapa sawit Indonesia telah siap mengikuti jejak Wilmar, Cargill, Golden Agri Resources dan Asian Agri untuk menandatangani ikrar kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Palm Oild Pledge (IPOP).
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 12 Desember 2014  |  22:30 WIB
 Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kadin Indonesia menyatakan dua perusahaan kelapa sawit Indonesia telah siap mengikuti jejak Wilmar, Cargill, Golden Agri Resources, dan Asian Agri untuk menandatangani ikrar kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Palm Oild Pledge (IPOP).

Namun, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan Shinta Kamdani belum mau menyebut nama dua perusahaan yang akan menandatangani ikrar tersebut pada tahun depan.

“Yang pasti, 80% produksi kelapa sawit Indonesia dihasilkan dari 6 perusahaan ini [4 yang sudah tandatangan, dan 2 yang belum],” katanya seusai konferensi Toward Deforestation Free Palm Oil in Indonesia, Jumat, (12/12/2014).

Dengan adanya ikrar tersebut, Shinta menginginkan adanya kesamaan persepsi dari seluruh pemangku kepentingan mengenai definisi kawasan hutan stok karbon tinggi (High Stock Carbon/HCS) dan kawasan hutan nilai konservasi (High Conservation Value/HCV) yang dinilai menjadi pemicu deforestasi.

Nantinya, dia berharap ketetapan bersama mengenai dua definisi kawasan hutan itu itu bisa diatur pemerintah dalam bentuk peraturan.

“Adanya ikrar sangat baik. Tapi apabila kita buat ikrar namun implementasinya tidak possible karena procedural di Indonesia, ini jadi tidak ada gunanya,” katanya.

HCV dan HCS merupakan salah satu aturan yang ditetapkan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam sertifikasinya, namun tidak disertakan dalam program mandatory pemerintah yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) karena dianggap tidak tepat dilakukan di dalam negeri.

Pasalnya, UU No.5 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya menyatakan pemanfaatan lahan gambut bisa dilakukan di dalam negeri dengan catatan dilakukan secara bijaksana dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman nilainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelapa sawit kadin indonesia
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top