Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hypermart Antisipasi Kenaikan Harga BBM

Untuk mengantisipasi kondisi ini, manajemen PT Matahari Putra Prima sebagai pemegang merek Hypermart telah menyiapkan sejumlah langkah sehingga dampak ini tidak mengganggu kinerja perusahaan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 November 2014  |  00:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur PR dan Komunikasi PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojonginan mengatakan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM, manajemen PT Matahari Putra Prima sebagai pemegang merek Hypermart telah menyiapkan sejumlah langkah sehingga dampak ini tidak mengganggu kinerja perusahaan.

Pertama dengan mendorong produsen dan pemasok barang mereka, mengubah kemasan produk menjadi lebih kecil sehingga harga jual barang tidak naik.

Kedua melakukan berbagai promosi produk dengan penggabungan antara satu produk dengan lainnya (bundling). Langkah ini dipercaya dapat memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak baik peritel maupun konsumen, karena harga barang bisa lebih ekonomis yang akhirnya mendorong pertumbuhan penjualan barang di gerai ritel.

Dengan dua langkah ini, Danny optimistis peritel dapat tetap tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang tertekan. Menurutnya, sektor ritel termasuk bidang yang tahan banting karena barang yang dijual sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

“Seperti diketahui kondisi tekanan ekonomi sudah berlangsung beberapa kali seperti krisis tahun 1998, 2008 dan kenaikan BBM bukan kali ini saja. Terbukti bisnis ritel mampu bertahan dan tetap tumbuh,” katanya, Minggu (23/11/2014).

Setelah pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pengusaha ritel sudah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penurunan daya beli masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hypermart
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top