Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SVLK Picu Ekspor Mebel 2015 Lesu

Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia menyatakan diterapkannya sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) menurunkan kinerja ekspor industri mebel pada 2015.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Oktober 2014  |  21:59 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia menyatakan diterapkannya sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) menurunkan kinerja ekspor industri mebel pada 2015.

Hal ini terjadi mengingat hingga saat ini, baru 29% pengrajin yang sudah memiliki dokumen tersebut.

Abdul Sobur, Sekretaris Jenderal Amkri, mengatakan, dari total 5.000 pengrajin yang telah memiliki izin ekspor baru baru sekitar 1.000 yang telah memiliki ekspor.

Menurutnya pemerintah harus bertanggung jawab mengenai penurunan kinerja pada tahun depan.

“Kalau memang mandatori, ya tolong diperhatikan betul kondisi di lapangan. Jangan hanya menelurkan kebijakan tetapi juga memberikan pendampingan dan insentif,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (20/10).

Sepanjang tahun lalu ekspor mebel tercatat US$1,81 miliar sedangkan produk kerajinan US$800 juta.

Pada tahun ini total penjualan ke luar negeri diproyeksikan lebih kecil hanya US$2 miliar, sampai dengan September terkumpul US$1,8 miliar.

Sementara pada tahun depan omzet ekspor dipatok sedikitnya US$2,3 miliar.

Nilai ini mayoritas berasal dari produk berbasis kayu sebesar 60%, rotan 13%, plastik 5%, metal 6%, selebihnya berasal dari bambu, panel dan lain-lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mebel svlk industri furnitur legalitas kayu
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top