Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RPP JAMINAN PENSIUN: Iuran & Manfaat Mesti Dipisah

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dinilai melakukan kesalahan dengan menyertakan iuran dan manfaat dalam satu rancangan peraturan pemerintah (RPP) Jaminan Pensiun.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 16 Oktober 2014  |  20:30 WIB
RPP JAMINAN PENSIUN: Iuran & Manfaat Mesti Dipisah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dinilai melakukan kesalahan dengan menyertakan iuran dan manfaat dalam satu rancangan peraturan pemerintah (RPP) Jaminan Pensiun.

Padahal dalam UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) iuran dan manfaat diatur dalam regulasi turunan yang berbeda.

Dalam UU tersebut, pasal 41 ayat 8 menyatakan iuran diatur dalam PP, sementara pada pasal 42 ayat 2 dijelaskan bahwa manfaat diatur dalam Perpres.

"Saat ini manfaat dan iuran diatur dalam RPP, ini tidak sesuai UU. Kemenakertrans harus merubah itu," kata Presidium Komite Politik Buruh Indonesia Indra Munaswar kepada Bisnis.com, Kamis (16/10/2014).

Menurut Indra, Kemenakerans selaku eksekutor penyusunan regulasi tersebut harus segera melakukan revisi.

"Kemenakertrans eksekutornya, kami pekerja dan pengusaha hanya pelaksana saja. Tapi regulasinya juga harus benar," ujar Indra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana pensiun JAMINAN PENSIUN
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top