Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Berharap Menterinya Gunakan Batik Dalam Acara Resmi

Presiden terpilih Joko Widodo menginginkan para menterinya nanti selalu mengenakan pakaian batik dalam acara resmi ketimbang mengenakan jas.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  12:40 WIB
Jokowi Berharap Menterinya Gunakan Batik Dalam Acara Resmi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden terpilih Joko Widodo menginginkan para menterinya nanti selalu mengenakan pakaian batik dalam acara resmi ketimbang mengenakan jas.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka peringatan Hari Batik Nasional di Pasaraya Blok M, Jakarta. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengatakan batik dan kain daerah lainnya merupakan produk industri kreatif berbasis budaya yang harus dikembangkan.

"Keinginan saya nantinya menteri-menteri dan pejabat enggak usah pakai jas, tapi pakai batik. Jadi saat rapat semuanya menggunakan batik," katanya, Kamis (2/10/2014).

Dengan kebijakan tersebut, semua industri kecil diharapkan dapat bergerak dengan semakin meningkatnya produksi di daerah. "Saya bayangin setiap hari atau setidaknya dalam seminggu 4-5 hari selalu pakai batik, 1 hari pakai pakaian putih, dan pakai jasnya cukup setahun sekali," imbuhnya.

Acara dengan tema Pasar Klewer Solo Pindah ke Jakarta tersebut akan mengahdirkan counter batik dan kerajinan Indonesia, seperti Batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Pekalongan, Batik Cirebon, dan Batik Pesisir.

Selain itu, diselenggarakan juga festival kuliner Indonesia dengan menampilkan berbagai macam makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi batik
Editor : Rachmad Subiyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top