Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CUKAI ROKOK: SKT Diupayakan Tetap Lebih Murah dari SKM

Kementerian Perindustrian menginginkan nilai penaikan cukai rokok kretek buatan tangan berbeda dengan sigaret kretek mesin.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 15 September 2014  |  10:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menginginkan nilai penaikan cukai rokok kretek buatan tangan berbeda dengan sigaret kretek mesin.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengajukan penaikan cukai sebesar 10,2% pada 2015 terhadap 2014. Persentase ini akan menghasilkan cukai sigaret senilai Rp125 triliun pada tahun depan. Rencana ini sudah disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI.

Direktur Minuman dan Tembakau Ditjen Agro Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad berpendapat untuk mempertahankan pasar sigaret kretek tangan (SKT) maka penaikan cukainya tak bisa dipatok sama dengan sigaret kretek mesin (SKM).  

“Kami sedang membuat simulasi agar cukai SKT tidak naik setinggi itu, agar ada disparitas harga yang jelas dengan SKM,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Senin (15/9/2014).

Besaran penaikan cukai yang sama untuk SKM dan SKT tidak menimbulkan disparitas harga di antara keduanya. Kondisi ini berpotensi semakin meningkatkan konsumsi SKM sedangkan pasar SKT terus menyusut.

Padahal Kemenperin menginginkan disparitas harga antara dua jenis sigaret itu, SKT lebih murah ketimbang SKM. Sejauh ini kementerian belum dapat menyebutkan berapa kisaran selisih harga yang ideal antara SKM dan SKT.

“Ada perubahan pola konsumsi dari SKT ke SKM, untuk itu kami harus amankan industri skala menengah padat karya SKT agar tidak ada persaingan yang tidak sehat,” ucap Faiz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cukai rokok industri hasil tembakau
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top