Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pejabat Ini Bilang Tujuan Subsidi Pupuk Petani Tidak Jelas, Kok Bisa?

Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Endah Murniningtyas mengatakan tujuan subsidi pupuk tidak jelas.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 03 September 2014  |  19:24 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Endah Murniningtyas mengatakan tujuan subsidi pupuk tidak jelas.

Menurutnya, subsidi pupuk dapat dialihkan dengan peningkatan jumlah tenaga penyuluh pertanian. Dia menilai tenaga penyuluh pertanian saat ini berorientasi penjualan produk pertanian bukan peningkatan kapasistas petani.

"Penyuluh sekarang seperti tenaga pasar produk. Penyuluh sudah waktunya harus melihat masalah petani dan bagaimana cara meningkatkan produksi pertaniannya," kata Endang, belum lama ini.

Menurutnya, petani dihadapkan pada masalah dengan sulitnya mendapatkan akses permodalan kredit.

Ketum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bayu Krisnamurthi menyebutkan angka subsidi pupuk dua tahun terakhir meningkat. Anggaran subsidi pupuk lebih besar dibandingkan dengan anggaran Kementerian Pertanian.

Bayu mengutarakan subsidi pupuk pada 2014 mencapai Rp21 triliun yang naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp14,8 triliun. Pada APBN-Perubahan belum lama ini, anggaran untuk Kementan senilai Rp15,5 triliun. Anggaran itu setelah dipotong Rp4,4 triliun.

Anggaran yang jomplang di antara keduanya tersebut, kata Bayu, sudah semestinya tidak dipertahankan lagi.

Di sisi lain, menurutnya, anggaran pertanian belum menyentuh riset dan teknologi pertanian. Kedua hal itu harus dimaksimalkan perannya supaya petani dapat memantau iklim dengan teknologi, memiliki teknologi pasca panen seperti pengolahan, penyimpanan, dan pengangkutan pasokan pangan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk subsidi
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top