Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peternak Sambut Baik Pembatasan Impor Induk Ayam

Pelaku usaha perunggasan menyambut baik rencana pembatasan impor GPS tersebut karena pertumbuhan produksi DOC sudah berada di atas angka wajar sebesar 15% per tahun.n
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 23 Juli 2014  |  00:34 WIB
Ayam broiler - Bisnis.com
Ayam broiler - Bisnis.com
Bisnis.com, JAKARTA--Pelaku usaha perunggasan menyambut baik rencana pembatasan impor GPS tersebut karena pertumbuhan produksi DOC sudah berada di atas angka wajar sebesar 15% per tahun.
 
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nasional (PPUN) Sigit Prabowo mengatakan, membludaknya pasokan DOC tidak linier dengan pertumbuhan konsumsi daging unggas nasional.
 
"Pertumbuhan konsumsi per kapita kita cuma 0,6-0,9 kg/tahun. Pada 2017 hanya sampai 7,8 kg per kapita, tidak sampai seperti yang ditargetkan sebesar 15 kg," ujarnya kepada Bisnis.
 
Padahal, ungkapnya, impor GPS harus disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan konsumsi per kapita selama 2 tahun. Sigit mengatakan, hal ini karena pertumbuhan GPS hingga menjadi karkas berada pada rentang waktu tersebut.
 
Dia mencontohkan, peternak kecil dan besar telah terpukul harga daging yang terus melemah sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Apabila tidak segera ditangani, papar Sigit, harga diprediksi terus anjlok sampai awal tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternak ayam
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top