Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Bongkar Muat Terkait Erat Ekonomi Biaya Tinggi

Perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan dinilai memiliki andil sangat besar mendongkrak roda perekonomian Indonesia melalui kegiatan usaha di pelabuhan.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 12 Juni 2014  |  12:34 WIB
Perusahaan Bongkar Muat Terkait Erat Ekonomi Biaya Tinggi

Bisnis.com, CISARUA--Perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan dinilai memiliki andil sangat besar mendongkrak roda perekonomian Indonesia melalui kegiatan usaha di pelabuhan.

Oleh karena itu manajemen PBM mesti dikelola profesional dan optimal agar tidak terjadi hambatan arus barang yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R.Mamahit, saat menjadi keynote speech dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) 2014, di Cisarua-Bogor, Kamis (12/6/2014).

Rakernas tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto, Perwakilan Manajemen Pelindo II, dan diikuti 10 Pengurus dewan pimpinan wilayah (DPW) dan 5 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APBMI Hasil Munaslub Semarang 2013.

Ke 10 DPW itu al; DPW APBMI DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Bandar Lampung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan DPC yang mengikuti al: DPC Sunda Kelapa, Jambi, Cirebon, Pekan Baru,dan Gresik.

Bobby mengatakan,indikator andil PBM di pelabuhan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional al: terus berkembangnya jumlah pelabuhan di Indonesia saat ini.

Dia menyebutkan, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 2.210 unit pelabuhan yang terdiri dari 111 unit pelabuhan diusahakan, 1.129 unit pelabuhan tidak diusahakan, 480 unit pelabuhan khusus dan 49 unit pelabuhan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).

Jika dibandingkan dengan tahun 2012 terjadi penambahan 1 unit pelabuhan baru untuk pelabuhan tidak diusahakan, 37 unit pelabuhan khusus, dan 64 unit pelabuhan TUKS.

Peningkatan, kata dia, juga terjadi dalam jumlah kapal berbendera Indonesia.

Setelah delapan tahun pelaksanaan Inpres 5/2005, sampai dengan posisi 31 Desember 2013 total armada sebanyak 13.120 unit kapal.

"Jumlah itu meningkat 6.999 kapal atau setara 114,3 persen jika dibandingkan pada tahun 2005 atau sebelum adanya Inpres 5 yang tercatat hanya 6.121 unit kapal," paparnya.

Bobby mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah armada kapal nasional dengan sendirinya meningkatkan pangsa muatan kapal nasional, baik untuk angkutan laut dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk angkutan laut dalam negeri, tercatat pangsa muatan armada nasional pada 2005 sebesar 55% atau 114,4 juta Ton dari jumlah muatan sebanyak 206,336 juta ton.

Namun hingga 31 desember 2013, pangsa muata armada nasional itu menjadi 386,2 juta Ton atau meraih 99,68% dari jumlah muatan yang mencapai 387,5 juta Ton.

"Artinya hampir seluruh muatan domestik sudah dilyani kapal Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat pelabuhan priok
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top