Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ALI Usul Biaya Bongkar Muat Kontainer Pakai Rupiah

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengusulkan pembayaran jasa bongkar muat container handling charges (CHC) di pelabuhan menggunakan mata uang rupiah bukan dolar seperti saat ini
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 10 Juni 2014  |  19:24 WIB
ALI Usul Biaya Bongkar Muat Kontainer Pakai Rupiah

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengusulkan pembayaran jasa bongkar muat container handling charges (CHC) di pelabuhan menggunakan mata uang rupiah bukan dolar seperti saat ini.

Ketua Umum ALI, Zaldy Masita, mengatakan usulan penyesuaian CHC  di Pelabuhan Tanjung Priok yang diusung oleh Pelindo II/IPC selaku Badan Usaha Pelabuhan juga  bertentangan dengan dengan sistem logistik nasional (Sislognas) yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 26/2012.

"Kalau penaikkan CHC di Priok dilakukan  berpotensi  menambah beban eksportir dan importir Indonesia mencapai Rp.800 milyar/tahun," ujar Zaldi melalui keterangan pers-nya, Selasa (10/6/2014).
 
ALI, kata dia, merasa heran jika BUP tetap ngotot menaikkan biaya CHC yg ditagihkan dalam mata uang dollar tersebut ditengah upaya pemerintah menurunkan biaya logistik.

Zaldi  juga mempertanyakan soal pendapatan/keuntungan operator pelabuhan Priok khusunya terhadap  pengelolaan terminal peti kemas yang masih didominasi asing di Priok.

"Kita harapkan semua pihak bisa menahan diri utk tidak  menaikkan biaya logistik di Indonesia yang sudah tinggi dan bersama-sama  berusaha semaksimal mungkin untuk menurunkan biaya logistik," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat pelabuhan priok
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top