Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2016, Proyek IDD Mulai Produksi Gas

Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang berlokasi di Selat Makassar direncanakan akan mulai produksi gas pada 2016.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  18:13 WIB
2016, Proyek IDD Mulai Produksi Gas
Anjungan eksplorasi migas. Proyek IDD Mulai Produksi Gas pada 2016 - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang berlokasi di Selat Makassar direncanakan akan mulai produksi gas pada 2016.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko memastikan proyek ini akan mulai memproduksi gas pada 2016.

“Memang molor setahun dari target yang direncanakan pada 2015.” Katanya, Jumat (30/5/2014).

Lebih jauh, Johanes memperkirakan gas yang terbukti di proyek tersebut mencapai 3,2 triliun kaki kubik (TCF).

“Produksi gas tersebut sebagian ditujukan untuk ekspor dan sebagian lagi untuk mencukupi kebutuhan domestik,” ujarnya.

Pada PoD 2008 lalu, terjadi kesepakatan persentase 75% untuk ekspor, sisanya 25% untuk kebutuhan domestik. Namun, kebutuhan gas domestik terus tumbuh seiring rencana pemerintah melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) menuju bahan bakar gas (BBG).

Tak hanya itu, perkembangan harga gas lokal semakin baik mendekati harga gas internasional. “Karenanya, kami upayakan domestik mendapatkan porsi lebih banyak. Tinggal menunggu kesiapan infrastruktur saja,” ujar Johanes.

Selain meminta persetujuan kenaikan biaya investasi, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga mengajukan perpanjangan kontrak yang seharusnya habis pada 2020 ditambah delapan tahun lagi menjadi 2028.

Chevron mengajukan alasan perpanjangan kontrak karena eksplorasi gas membutuhkan kontrak jangka panjang untuk menjamin kepastian keekonomian. Pengeboran gas berbeda dengan dengan minyak yang harga mengikuti pasar.

“Kalau gas, harus ada kontrak jangka panjang untuk mengamankan nilai keekonomian,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

idd
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top