Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

API Klaim Pengembangan Panasbumi di Indonesia Terhambat

Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) mengungkapkan pengembangan panasbumi di Indonesia terhambat karena tiga alasan.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 19 Mei 2014  |  18:19 WIB
Panas bumi. API klaim pengembangan panas bumi di Indonesia terlambat - JIBI
Panas bumi. API klaim pengembangan panas bumi di Indonesia terlambat - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) mengungkapkan pengembangan panasbumi di Indonesia terhambat karena tiga alasan.

Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia mengatakan pengembangan panas bumi di Indonesia akan berat karena terbentur tiga alasan. Pertama, perizinan yang alot, utamanya wilayah kerja panasbumi (WKP) yang melewati kawasan hutan konservasi.

Kedua, persoalan return yang rendah. Dia mencontohkan PT Supreme Energy Muara Laboh yang sudah mengebor 6 sumur. “Dari enam sumur tersebut, yang sukses hanya 1 sumur,” katanya usai menjadi pembicara dalam acara Diskusi Potensi dan Proses Bisnis Panas Bumi di Indonesia, Senin (19/5/2014).

Ketiga, proyek panasbumi membutuhkan jangka waktu yang lama antara 7 hingga 8 tahun. Dia menjelaskan dalam masa itu investor harus terus mengeluarkan dana. “Tidak ada pendapatan sama sekali selama 7 hingga 8 tahun,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Listrik Panas Bumi
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top