Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KETAHANAN PANGAN: Ada Tiga Hal baru dalam RPJM 2014-2019

Jelang pergantian pucuk pimpinannya, Kementerian Pertanian juga sedang dihadapkan pada penyusunan RPJMN 2014-2019 yang harus selesai sebelum suksesi pemerintahan baru.n
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 14 Mei 2014  |  09:23 WIB
KETAHANAN PANGAN: Ada Tiga Hal baru dalam RPJM 2014-2019
Aneka produk pangan.

Bisnis.com, JAKARTA--Jelang pergantian pucuk pimpinannya, Kementerian Pertanian juga sedang dihadapkan pada penyusunan RPJMN 2014-2019 yang harus selesai sebelum suksesi pemerintahan baru.

RPJMN atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bidang ketahanan pangan menjadi krusial karena berada di tengah peralihan pemerintahan.

"RPJMN ketahanan pangan wajib disusun pemerintahan sekarang untuk tahun pertama pemerintah baru melalui skema APBNP," kata Mentan Suswono, Selasa (13/5/2014).

Dia menjelaskan bahwa terserah pemerintah baru mau memakai RPJMN yang telah disusun atau membuat yang baru berdasar janji kampanye Presiden RI yang baru.

Masalah paling mendasar yang akan dihadapi sektor pangan, paparnya, adalah bagaimana meningkatkan produksi pangan dengan areal sawah yang terus menyusut.

Dia menuturkan, salah satu akar masalah pertanian adalah penguasaan lahan petani yang sangat sedikit.

Suswono menjabarkan, dalam RPJMN 2014-2019, ada 3 hal baru yang dimasukkan sebagai landasan penyusunannya. Pertama adalah membangun pertanian berkelanjutan.

Berikutnya, kata Suswono, adalah bagaimana menghindari middle income trap. "Artinya, bagaimana daya beli petani meningkat. Dan ketiga, mengantisipasi bonus demografi," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top