Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Tradisional: Revitalisasi Berhasil Naikkan Omzet Hingga 70%

Hasil evaluasi Kementerian Perdagangan, kinerja 32 Pasar Percontohan yang direvitalisasi telah menunjukkan kenaikan omzet cukup signifikan.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 20 April 2014  |  14:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil evaluasi Kementerian Perdagangan terhadap kinerja 32 Pasar Percontohan yang direvitalisasi telah menunjukkan kenaikan omzet yang cukup signifikan yaitu rata-rata 70% per bulan.

Kenaikan omzet transaksi tersebut diklaim sebagai bukti bahwa program revitalisasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan para pedagang di pasar tradisional yang mayoritas merupakan pedagang kecil menengah.

 

“Melalui revitalisasi ini, diharapkan pasar-pasar tradisional dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan usaha para pedagang dapat terus berkembang guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasaman,” tegas Mendag Muhammad Lutfi.

 

Pekan ini, Lutfi meresmikan Pasar Kumpulan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

 

Pada kesempatan itu, dia juga memantau perkembangan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di pasar setempat.

 

“Harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasaman pada umumnya relatif stabil dan aman.

 

Pemerintah akan terus berupaya agar harga dan pasokan barang kebutuhan pokok tetap stabil dan mencukupi,” ungkap Mendag.

 

Berdasarkan hasil pantauan di pasar Kumpulan, harga barang kebutuhan pokok seperti beras, tepung terigu, daging sapi, daging ayam broiler, telur ayam ras, cabe rawit merah, dan bawang putih relatif stabil dalam beberapa hari terakhir.

 

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain gula pasir, minyak goreng, cabe merah keriting, dan cabe merah besar.

 

“Saat ini, harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil disebabkan pasokan relatif cukup karena bulan April dan Mei merupakan bulan panen beberapa komoditas,” jelas Mendag.

 

Mendag mengimbau agar masyarakat secara aktif dapat menginformasikan kepada Pemerintah Daerah jika terjadi kekurangan barang kebutuhan pokok di daerahnya, sehingga Pemerintah Daerah dapat berkoordinasi dengan Pemerintah dan para pelaku usaha untuk segera memenuhi kekurangan tersebut.

 

“Pemerintah dan Pemerintah Daerah akan terus berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi,” tegasnya.

 

Pada kunjungan kali ini, Mendag juga menjelaskan perkembangan harga rata-rata barang kebutuhan pokok di tingkat nasional.

 

Jika harga pada 16 April 2014 dibandingkan dengan 8 April 2014, maka komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras (0,33%) menjadi Rp 8.846/kg, gula pasir (0,12%) menjadi Rp11.266/kg, tepung terigu (0,75%) menjadi Rp 8.635/kg, telur ayam ras (1,07%) menjadi Rp18.227/kg, cabe merah biasa (0,04%) menjadi Rp25.155/kg, cabe rawit merah (8,22%) menjadi Rp52.970/kg, dan bawang putih (1,38%) menjadi Rp14.920/kg.

 

Adapun yang mengalami kenaikan harga secara signifikan, lanjut Mendag, adalah cabe merah keriting (2,56%) menjadi Rp 23.691/kg dan bawang merah (3,71%) menjadi Rp 21.223/kg. Sementara, harga minyak goreng curah, kedelai, daging sapi, dan daging ayam relatif stabil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revitalisasi pasar pasar tradisional
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top