Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Lebak Bulus: DKI Diharapkan Berikan Relaksasi Nilai KLB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan kelonggaran besaran koefesien lantai bangunan (KLB) kepada pasar, untuk mendorong pengembangan di Lebak Bulus.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 17 April 2014  |  17:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan kelonggaran besaran koefesien lantai bangunan (KLB) kepada pasar, untuk mendorong pengembangan di Lebak Bulus.

”Pemerintah harus bergerak cepat dengan memberikan relaksasi pada KLB,” kata Sekjen Ikatan Analis Properti Indonesia F Suherman, Kamis (17/4/2014).

Area ini, sambungnya, akan menjadi kawasan yang diperuntukkan sebagai permukiman bagi kaum urban, khususnya untuk masyarakat kelas menengah

Untuk meningkatkan pengembangan di area tersebut, pemda DKI Jakarta bersama Tangerang Selatan perlu menyusun tata ruang secara lebih detail.

”Dengan begitu, pembangunan hunian vertikal di area tersebut akan lebih pesat,” tambahnya.  

Saat ini, ungkapnya, harga apartemen di kawasan tersebut berkisar Rp10 juta-Rp12 juta/m2. Jika apartemen bisa dibangun lebih dari 20 lantai, seharusnya harga bisa ditekan menjadi Rp6 juta-Rp10 juta/m2.

Karena harga tanah sudah cukup tinggi, yakni Rp8 juta-10 juta/m2, pembangunan apartemen menjadi pilihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebak bulus
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top