Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TANAMAN OBAT: Sumsel Bangun Kebun Raya Herbal Seluas 100 Hektare

Pemprov Sumatra Selatan tengah menyiapkan pembangunan Kebun Raya Herbal seluas 100 hektare di Indralaya untuk pengembangan konservasi kekayaan tanaman obat di daerah itu dalam pengembangan pusat riset dan hak paten obat herbal
 Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG- Pemprov Sumatra Selatan tengah menyiapkan pembangunan Kebun Raya Herbal seluas 100 hektare di Indralaya untuk pengembangan konservasi kekayaan tanaman obat di daerah itu dalam pengembangan pusat riset dan hak paten obat herbal.

Proyek nirlaba ini sudah masuk dalam dalam tahap detail engineering design (DED) dengan perkiraan sudah bisa dikerjakan fisik proyek mulai 2015 dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp394 miliar.

Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih mengatakan pembangunan Kebun Raya Herbal itu setidaknya memiliki lima tujuan, yaitu pusat konservasi eks situ tanaman, pemeliharaan lingkungan, menjadi pusat penelitian dan edukasi tanaman obat lahan basah nasional, pariwisata herbal, dan menjadi klaster pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

"Proyek ini memang nirlaba tapi nanti bisa mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, karena akan ada usaha kelas industri keluarga yang berkembang di bidang produk obat herbal. Kalau Kebun Raya-nya sendiri arahnya menjadi kawasan budidaya tanaman herbal yang didukung oleh laboratorium untuk menghasilkan produk riset dan produk paten," katanya di sela temu wartawan dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Rabu malam (2/4/2014).

Gubernur Sumsel menambahkan proyek Kebun Raya Herbal itu salah satu bentuk kesungguhan pemerintahan daerah dalam meremajakan hutan dann kekayaan tumbuhan di daerah tersebut.

Dia mengakui pembabatan hutan secara legal maupun ilegal untuk keperluan pembangunan dan kegiatan ekonomi di Sumsel telah musnahkan banyak spesies tanaman khas di daerah.

"Banyak spesies yang punah karena penebangan hutan. Padahal banyak spesies langka yang memiliki nilai manfaat tinggi dari tanaman yang telah punah itu. Kebun Raya Herbal ini salah satu cara untuk memulihkan dampak itu," kata Alex.

Ekowati mengatakan kebutuhan dana sebesar Rp394 miliar untuk pengembangan proyek itu berasal dari tiga sumber pendanaan, yaitu dari APBN sebesar Rp158,77 miliar, mitra donatur senilai Rp167,77 miliar dan dari APBD Sumsel sebesar Rp67,63 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Irsad
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper