Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Cuma Peringkat Ke-13 Pengekspor Mebel, Menperin Resah

Indonesia menempati posisi ke-13 sebagai negara pengekspor produk mebel terbesar di dunia dengan nilai US$1,7 miliar per tahun. Padahal, bahan baku kayu di negeri ini cukup melimpah.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 11 Maret 2014  |  23:28 WIB
Indonesia Cuma Peringkat Ke-13 Pengekspor Mebel, Menperin Resah
Indonesia menduduki posisi ke/13 negara pengekspor mebel. ? ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Indonesia hanya menempati posisi ke-13 sebagai negara pengekspor produk mebel terbesar di dunia dengan nilai US$1,7 miliar per tahun. Padahal, bahan baku kayu di negeri ini melimpah.

Menteri Perindustrian (Menperin) M.S. Hidayat mengaku sangat resah dengan kondisi ekspor industri mebel Indonesia yang saat ini di bawah Malaysia dan Vietnam

"Saya resah melihat perbandingan ekspor Indonesia yang kalah dengan Vietnam dan Malaysia. Kita hanya menduduki peringkat ke-13. Mari mulai memperkuat industri furnitur indonesia," kata MS Hidayat saat membuka pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2014 di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

MS Hidayat menargetkan ekspor mebel Indonesia bisa mencapai US$5miliar per tahun dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Sepanjang 2013, ekspor nasional hanya US$1,7 miliar atau hanya 1,5% kontribusi pada ekspor dunia.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta para pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan kreatifitasnya agar target yang diinginkan pada tahun mendatang bisa tercapai.

"Target harus terus meningkat, walaupun pemerintahan sudah berganti," ujarnya.

Hidayat mengatakan pameran IFEX 2014, dapat menjadi motivasi bagi industri mebel untuk terus mengembangkan teknologi dan inovasi, sekaligus mempersiapkan Indonesia untuk bersaing di pasar bebas ASEAN 2015.

Sementara itu, Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menargetkan transaksi penjualan furnitur mencapai US$300 juta pada pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2014.

Ketua Umum AMKRI Soenoto mengatakan pada pameran tersebut AMKRI juga menargetkan kunjungan mencapai 7.000 pembeli dari lebih 100 negara. “Terjadi transaksi baik di lapangan maupun pesanan sekitar US$300 juta,” katanya Selasa.

Dia mengatakan total ekspor mebel pada 2013 diperkirakan sebesar US$124 miliar, sementara ekspor mebel Indonesia diperkirakan hanya mencapai US$1,7 miliar atau hanya 1,5% kontribusi pada ekspor dunia. "Indonesia menduduki peringkat ke-13 sebagai negara pengekspor industri mebel," ujarnya.

Dia mengatakan IFEX juga merupakan upaya pelaku industri mebel untuk mencapai target pertumbuhan 25% per tahun hingga 2018. AMKRI berupaya melakukan penetrasi pasar melalui kerja sama BUMN dan pemerintah dengan mendirikan showroom atau outlet di seluruh dunia dan gencar menggelar pameran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor furnitur industri mebel
Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top