Hadang Buah Impor, Malang Kampanyekan Tanam Buah Langka

Kampanye Tanam Buah Langka dilakukan dengan menyasar para pelajar SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Malang.
M. Sofi’I | 02 Maret 2014 16:13 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, MALANG-Guna mengantisipasi serbuan buah impor yang membanjiri pasar, Kota Malang, Jawa Timur, mengampanyekan gerakan menanam buah langka.

Santi Nicholas, Ketua Panitia Kampanye Tanam Buah Langka Malang, mengatakan kegiatan kampanye tersebut dilakukan dengan menyasar para pelajar SMA/SMK di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

“Pelajar menjadi prioritas kami karena mereka sudah mulai tidak mengenal lagi keanekaragaman buah lokal utamanya yang masuk kategori buah langka,” kata Santi dalam kampanye tanam buah langka di kampus STIE Malang Kucecwara, Sabtu (1/2/2014).

Menurutnya, para pelajar saat ini lebih mengenal dan menyukai buah impor dibandingkan dengan buah lokal seperti apel, jeruk, durian, maupun anggur.

Tidak jarang, lanjut dia, apel asal China maupun durian montong dari Thailand lebih disukai dibandingkan dengan apel maupun durian lokal yang sebetulnya jauh lebih enak.

“Karena itu tanaman buah langka seperti kepel, namnam, rukem, sawokecik, mundu, hingga tengggulun kita kampanyekan kembali kepada pelajar,” jelas dia.

Harapannya, pelajar bisa mengenal tanaman buah langka tersebut.

Setelah mengenal, ke depannya bisa tumbuh rasa cinta. Setelah ada rasa cinta selanjutnya mereka mau menanam tanaman buah tersebut di pekarangan rumah maupun di sekolah.

Kampus STIE Malang Kucecwara sengaja dipilih menyusul keberadaan kampus setempat yang dikenal sebagai green campus dengan aneka tanaman dan pohon yang dimiliki layaknya hutan kota.

“Semangat STIE Malang Kucecwara yang menjadi green campus bisa menular ke kalangan pelajar untuk diwujudkan di sekolah mereka masing-masing,” ujar Santi.

Ratusan pelajar dari sedikitnya 30 sekolah di Kota Malang dan Kabupaten Malang dilibatkan dalam kampanye menanam buah langka tersebut.

Buah-buah langka tersebut didapatkan dari Kebun Raya Purwodadi Kabupaten Pasuruan.

Prof. Kurniatun Hairiyah, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengatakan, kesadaran akan pentingnya menanam pohon perlu disosialisasikan secara kontinyu kepada pelajar.

“Jangka panjangnya merekalah yang akan menjaga dan memelihara kelestarian tanaman buah lokal,” tambah dia.

Dengan menanam pohon maka mereka juga akan menjaga kelangsungan ruang terbuka hijau yang keberadaannya dari tahun ke tahun cenderung menyusut dan telah beralih fungsi menjadi kawasan bisnis, ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buah impor

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top