Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gita Mundur, Ini Dia Sosok yang Dijagokan Apindo Jadi Mendag

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi cocok menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan
Wamendag Bayu Krisnamurthi /Bisnis-Nurul Hidayat
Wamendag Bayu Krisnamurthi /Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi cocok menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan.

"Saya kira Wamendag (Bayu) memadai. Latar belakangnya pertanian, (namun) sudah terlibat dalam perdagangan. Dia tinggal meneruskan pekerjaannya.Tinggal menjaga kestabilan," kata Ketua Apindo Anton J Supit seperti dikutip Antara, Sabtu (1/2/2014).

Anton mengatakan masa kerja Menteri Perdagangan kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tinggal tujuh bulan lagi. Sehingga pengganti Gita, yang baru mengundurkan diri Jumat (31/1/2014), paling tepat dari kalangan internal Kementerian Perdagangan.

"Karena waktu tinggal tujuh bulan, paling bagus dari internal. Ada sistem yang sudah berjalan, sehingga membutuhkan pengganti yang lebih cepat," ujarnya.

Bayu yang merupakan doktor di bidang ekonomi pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) menempati posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Suswono sejak 6 Januari 2010.

Kemudian Bayu dirotasi menjadi Wakil Menteri Perdagangan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinetnya pada 18 Oktober 2011.

Seperti diketahui Gita Wirjawan pada Jumat (31/1/2014) menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Mendag dalam jumpa pers sekitar empat menit 15 detik di Kemendag.

Alasan pengunduran diri Gita sebagai Mendag yang efektif mulai 1 Februari 2014 tersebut, terkait pilihannya yang ingin lebih fokus untuk mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat.

Gita mundur di tengah mencuatnya isu masuknya beras impor medium umum dari Vietnam ke sejumlah pasar pada Januari 2014, yang mengakibatkan terganggunya petani lokal.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper