Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

13 Kantor Akuntan Kongsi Incar Pasar Auditee Skala Besar

Sebanyak 13 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia memutuskan menjalin kerjasama dalam satu naungan Organisasi Audit Indonesia (OAI) Prima Net demi mengincar klien auditee berskala bisnis besar.
Bisnis.com, JAKARTA—Sebanyak 13 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia memutuskan menjalin kerjasama dalam satu naungan Organisasi Audit Indonesia (OAI) Prima Net demi mengincar klien auditee berskala bisnis besar.
           
Ketua OAI Prima Net Amachi Zamdjani mengatakan kerjasama ini bertujuan untuk menggarap pasar jasa audit yang biasanya hanya dikuasai kelompok tertentu, yakni klien auditee dengan group bisnis berskala besar.
 
“Selama ini auditee besar hanya dilayani oleh KAP besar yang tergabung dalam big four. Kami harap dengan kerjasama 13 KAP dalam satu jaringan OAI Prima Net ini, penugasan besar dari klien besar bisa ikut digarap,” ujarnya.
 
Seperti diketahui, KAP yang masuk dalam empat besar dunia a.l Deloitte Touche Tohmatsu dari AS, PricewaterhouseCoopers dari Inggris, Ernst & Young dari Inggris dan Klynveld, Peat, Marwick, Goerdeler (KPMG) dari Belanda.
           
Selain menjadi amanat dari No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik, Amachi menilai sebagian bagian dari kesiapan praktisi auditor di Indonesia dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, sekaligus persiapan akuntan publik Indonesia masuk pasar dunia.
 
Dari penggabungan 13 KAP tersebut, dia menuturkan akan memperluas jaringan pasar dan kompetensi yang lebih luas, baik untuk menangani penugasan dari klien besar, hingga peningkatan kualitas dan kompetensi SDM tersedia dalam jaringan ini.
 
“Bergabungnya 13 KAP dalam OAI Prima Net ini, kapasitas dan kemampuannya juga menjadi lebih besar, karena OAI Prima Net ini didukung oleh 36 partner akuntan publik dan 150 auditor handal,” katanya.
 
Setelah OAI Prima Net terbentuk, dia mengaku pihaknya akan segera menyatukan gerak langkah, antara lain dengan menyusun Standar Pengendalian Mutu (SPM) bersama. Dia berharap SPM itu dapat diaplikasikan untuk seluruh jaringan di 13 KAP.
 
Selain itu, lanjutnya, jaringan tersebut akan menyusun teknik dan metode audit, pengembangan kompetensi auditor, dan tool pemasaran jasa audit bersama.
 
Adapun, cakupan jaringan operasional OAI Prima Net ini mencapai Jakarta, Medan, Surabaya, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kemenkeu Langgeng Subur mendukung dibentuknya OAI Prima Net tersebut. Menurutnya, selama ini pasar audit di Indonesia dikuasai oleh jaringan Organisasi Audit Asing (OAA).
 
“Kami harap OAI Prima Net ini bisa berkembang dan berkontribusi besar untuk mengharumkan nama Indonesia bukan hanya menguasai pasar dalam negeri saja, namun mampu bersaing di tingkat global,” tuturnya.
 
Menurutnya, apabila OAI Prima Net ini masuk ke Singapura, Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia dan lainnya, maka OAI Prima Net ini bisa menjadi OAA di negara manapun. Alhasil, OAI Prima Net ini juga diharapkan mampu menyaingi keberadaan kantor audit besar dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper