Minyak Sawit Melemah Tertekan Proyeksi Kenaikan Produksi

Bisnis.com, KUALALUMPUR - Minyak sawit menurun, setelah penguatan 3 hari, di tengah harapan bahwa kenaikan produksi akan menambah pasokan komoditas bahan baku makanan dan bahan bakar itu.
Fatkhul-nonaktif | 02 Oktober 2013 14:18 WIB

Bisnis.com, KUALALUMPUR - Minyak sawit menurun, setelah penguatan 3 hari, di tengah harapan bahwa kenaikan produksi akan menambah pasokan komoditas bahan baku makanan dan bahan bakar itu.

Kontrak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 1% menjadi 2.306 ringgit (US$713) per metrik ton di Bursa Derivatives Malaysia, dan berada di level harga 2.318 ringgit pada pukul 11:36 di Kuala Lumpur. Harga kontrak paling aktif itu telah terpangkas 4,9% tahun ini.

Harga turun selama 6 kuartal hingga bulan lalu, terpanjang setidaknya sejak 1995. Stok akan meningkat dari bulan lalu sampai setidaknya Januari karena peningkatan pasokan, demikian Dorab Mistry, direktur Godrej International Ltd.

Departemen Pertanian AS memperkirakan cadangan global akan meningkat 17% ke rekor 9,2 juta ton pada 2013-2014.

"Investor sangat berhati-hati, bahwa pasokan akan melebihi permintaan,” kata Tan Chee Tat, analis di Phillip Futures Pte di Singapura. Ada pandangan bearish, terutama di babak kedua, karena siklus produksi tinggi.

Penurunan minyak kedelai juga akan terjadi karena faktor produk substitusi, kata Tan.

Minyak kedelai untuk pengiriman Desember kehilangan 0,2% menjadi 40,18 sen per pon di Chicago Board of Trade, terendah untuk kontrak teraktif sejak September 2010. Kedelai untuk pengiriman November turun sebanyak 0,3% menjadi US$12,6375 per bushel.

Stok Indonesia untuk minyak yang paling banyak digunakan itu akan naik 66% menjadi 3 juta ton pada akhir 2013-2014, menurut Departemen Pertanian AS. Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak sawit

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top