Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wawancara Khusus Chatib Basri: Saya Mulai dari Tanjung Priok

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2014 di hadapan para anggota DPR dan DPD, tim redaksi Bisnis Indonesia mewawancarai Menteri Keuangan Chatib Basri pada Kamis (15/8/2013). Pak Dede, begitu
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 20 Agustus 2013  |  22:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2014 di hadapan para anggota DPR dan DPD, tim redaksi Bisnis Indonesia mewawancarai Menteri Keuangan Chatib Basri pada Kamis (15/8/2013). Pak Dede, begitu panggilan akrab Menkeu, menjawab seluruh pertanyaan dengan lugas. Berikut petikannya yang dibuat secara berseri:

Tiga bulan di Kemenkeu reformasi birokrasi bagaimana?

Saya kan cuma mampir di sini. Cuma 1,5 tahun. Saya itu pragmatis dan tahu kalau saya mau bikin banyak waktunya tidak cukup. Nanti saja biar Menkeu berikutnya, tetapi saya bisa taruh pondasinya supaya duduknya lebih gampang.

Anggaran dipercepat supaya yang berikut gak ada ribut-ribut dokumen yang segini banyak.

Mc Kenzie bantu saya unutk reformasi, Anda kalau mau reform jangan harap perang sama semua orang, dan menang. Itu butuh stamina dan resource kuat.

Anda jadi butuh sucess story, cari yang pasti menang, kenapa? Karena sekali berhasil. Orang akan percaya reformasi terjadi

Dulu di BKPM saya mulai dari yang sederhana. Angkat telepon. Anda coba telepon kantor pemerintah. Gak ada yang angkat.

Gimana kantor mau urus investor kalau ditelpon tidak diangkat. Bagaimana dia mau cerita soal investasi. Jadi, saya bikin supaya diangkat dan direkam. Dua bulan sekali saya dengerin tuh percakapannya. Di sini juga saya juga harus mulai.

Pegawai Kemenkeu 62.000 orang, dan problemnya luar biasa.

Saya mulai dari Tanjung Priok karena problemnya itu 70% dari sistem logistik nasional. Karena itu waktu Bisnis Indonesia munculkan saya rasa pas. Kalau itu bisa dilokalisir, maka reformasi birokrasi ada.

Sempurna tidak? Gak. Masa custom jalur merahnya 28%? Itu berarti satu dari tiga barang Anda periksa.

Di kita, uang tidak ada masalah, tetapi kalau Anda bikin masalah Anda tidak dapat uang. Karena itu upaya perbaikan dengan mencari  simpul-simpul itu. Berikutnya masuk ke pajak.

Success story saja, kalau ada satu yang berhasil direplikasi.

Pajak minta tambahan tenaga kerja?

Alhamdulilah tenaga kerjanya baik. Kita akan dapat 6.000 orang, nanti tahun depan insyaAlloh dapat tambahin lagi.

 

Cuplikan Wawancara Sebelumnya:

MOMENTUM EMAS YANG HILANG

SAYA SELALU MENGORBANKAN PAK GITA WIRJAWAN

SAYA INGIN MEMBUAT SUCCESS STORY

NGGAK BENAR DONG, INVESTOR MASUK KARENA INSENTIF PAJAK

UKM Itu Tidak Ngerti Cara Bikin Buku

Share Asing Masih Berpengaruh Sekali

Ada presure bunga tapi Tak Terlalu Signifikan

Kalau Pemerintah Proposal Driven

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chatib basri

Sumber : Hasil Wawanara Sri Mas Sari, Ahmad Puja Rahman Altiar, Achmad Aris, Yeni H. Simanjuntak, Setyardi Widodo, Lahyanto Nadie, Arif Budisusilo

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top