Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hatta Rajasa Akui Harga 4 Komoditas Melonjak

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perekonomian meminta agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian mengamankan harga pangan memasuki momen puasa dan lebaran.
Hedwi Prihatmoko
Hedwi Prihatmoko - Bisnis.com 09 Juli 2013  |  17:18 WIB
Hatta Rajasa Akui Harga 4 Komoditas Melonjak
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perekonomian meminta agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian mengamankan harga pangan memasuki momen puasa dan lebaran.

Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengungkapkan setidaknya terdapat empat komoditas pangan yang mengalami kenaikan cukup tinggi di minggu pertama Juli dibandingkan dengan harga akhir Juni.

Keempat komoditas itu adalah cabe rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. “Keempatnya saya akui naik signifikan. Contohnya cabe rawit harganya naik hampir 50%, bawang merah juga naik 28%. Kemudian daging ayam ras naik 15,7%, terakhir telur ayam ras naik 9,06%. Kalau kenaikan komoditas lain hanya sekitar 1% saja,” ujarnya di Kemenko, Selasa (9/7/2013).

Selain itu, Menko mengaku kecewa dengan kondisi harga daging sapi saat ini. Kendati perubahan harganya tidak besar, Hatta menyayangkan harga daging sapi tidak juga mengalami penurunan hingga menjelang puasa.

 “Saya agak kecewa kenapa harga daging sapi tidak turun. Padahal target keputusan 3 bulan yang lalu, Bulog disetujui melakukan intervensi pasar agar harga tidak di atas Rp100.000/kg,” ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini Badan Urusan Logistik (Bulog) belum juga melakukan impor daging sapi untuk mengamankan pasokan dan menurunkan harganya. Namun, tutur Hatta, kesalahan tidak terletak di Bulog.

Dia mengatakan seharusnya kementerian teknis, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan segera memberikan rekomendasi dan izin kepada Bulog untuk melaksanakan impor. “Bulog tidak salah karena hanya tinggal melaksanakan. Itu rekomendasi [impor] dari [kementerian] pertanian dan perdagangan. Tanpa surat rekomendasi, tidak bisa jalan semuanya,” katanya.

Hal serupa, lanjutnya, juga terjadi dengan bawang merah. Dia menyayangkan kementerian teknis terlambat menyadari adanya kekurangan pasokan yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga yang tinggi.

Hatta mengakui kenaikan harga merupakan fenomena yang lumrah terjadi saat memasuki masa puasa dan lebaran. Namun, dia menghimbau agar tidak ada pihak yang berspekulasi dengan memanfaatkan momen ini untuk melakukan kenaikan harga yang tidak wajar.

Apalagi, spekulasi ini hendak dilakukan di tengah pelemahan daya beli masyarakat akibat adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulog kementerian perdagangan kementerian pertanian
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top