CITILINK Alihkan 9 Penerbangan, Rute Mana Saja?

BISNIS.COM, JAKARTA—Maskapai penerbangan bertarif rendah milik Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, mereposisi atau mengalihkan sementara sembilan rute penerbangan guna menata alokasi maksimal armada saat masa puncak.

BISNIS.COM, JAKARTA—Maskapai penerbangan bertarif rendah milik Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, mereposisi atau mengalihkan sementara sembilan rute penerbangan guna menata alokasi maksimal armada saat masa puncak.

Vice President Marketing and Communication Citilink Aristo Kristandyo mengatakan reposisi itu sifatnya tidak selamanya dan hanya sementara, tanpa mengabaikan aspek pelayanan terhadap pelanggan.

“Reposisi, ini mengalihkan sementara rute tersebut, bukan berhenti selamanya. Dalam artinya bagi penumpang yang sudah membeli, kami tetap akan bertanggung jawab untuk menerbangkan penumpang sesuai dengan aturan pemerintah,” katanya di Jakarta, Kamis (27/6).

Sebanyak sembilan rute tersebut yakni dari dan ke Surabaya-Balikpapan, Bandung-Denpasar, Surabaya-Makassar, Surabaya-Banjarmasin, Denpasar-Balikpapan, Medan-Batam, Balikpapan-Jogjakarta, Balikpapan-Solo, dan Batam-Padang.

Berdasarkan notifikasi dari Asociation of Indonesian Travel Agency (Asita), asosiasi perusahaana tur dan travel Indonesia menerima pemberitahuan dari manajemen Citilink atas sembila rute non operasi itu mulai 1 Juni 2013 sampai waktu yang belum ditentukan.

Dalam surat tersebut, disebutkan bagi mitra penjualan (agen) yang sebelumnya telah melakukan reservasi pada penerbangan rute itu dapat melakukan refund dengan mengirimkan email untuk proses refund dengan pengembalian kembali ke deposit mitra penjualan.

Adapun khusus periode Idul Fitri atau Lebaran saat banyak agen telah memesan sebelumnya, Citilink tetap mengoperasikan rute yakni dari dan ke Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Banjarmasin, Balikpapan-Solo pada 1 Agustus-7 Agustus dan 11 Agustus-18 Agustus.

Adapun rute dari dan ke Batam-Padang dapat beroperasi pada 2 Agustus-7 Agustus dan 14 Agustus-19 Agustus. “Sekali lagi penataan network ini dalam rangka meningkatkan layanan dan menata portofolio bisnis yang lebih baik,” tulis manajemen Citilink dalam surat 24 Juni.

Aristo mengatakan sejumlah alasan reposisi itu pertama, karena ada rute yang memang lebih dibutuhkan oleh pelanggan sehingga memerlukan alokasi maksimal dari armada dan menyesuaikan kemampuan saat peak season atau musim puncak liburan.

Kedua, perseroan masih menunggu hadirnya armada Airbus A320 untuk menggantikan tujuh unit Boeing 737 yang akan pensiun tahun ini. Ketiga, beberapa bandara di Indonesia masih belum bisa didarati oleh pesawat jenis Airbus A320.

Hingga saat ini Citilink mengoperasikan 29 pesawat terdiri dari 22 unit Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, enam unit Boeing 737-300 dengan kapasitas 148 kursi, dan satu unit Boeing 737-400 dengan kapasitas 170 kursi. Target Citilink memiliki 30 unit pesawat sampai dengan akhir tahun ini dan 50 pesawat sampai 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : M. Tahir Saleh
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper