Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MARI PANGESTU: Ini 7 Wisata Tematik untuk Pacu Kunjungan Wisman

BISNIS.COM, JAKARTA -- Wisata tematik sangat potensial untuk meningkatkan kualitas wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia. "Itu karena mereka akan cenderung tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak," kata Menparekraf Mari Elka
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 19 Juni 2013  |  18:44 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Wisata tematik sangat potensial untuk meningkatkan kualitas wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia.

"Itu karena mereka akan cenderung tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak," kata Menparekraf Mari Elka Pangestu , Rabu (19/6).

Oleh karena itu, sambungnya, pemerintah berupaya untuk terus mengembangkan tujuh wisata minat khusus (tematik) yakni wisata sejarah dan budaya, wisata alam dan ekowisata, wisata kuliner dan belanja, wisata MICE (meeting incentive convention exhibition), wisata olah raga, rekreasi, dan wisata health-wellness).

Tujuh wisata tematik itu dirancang untuk membidik 16 target pasar, yakni negara-negara yang selama ini mengkontribusikan wisatawan mancanegara ke Indonesia dalam jumlah besar.

"Kontributor wisman terbesar masih Singapura, Malaysia, China, dan Australia," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lama tinggal wisman selama berkunjung di Indonesia pada 2012 rata-rata 7,70 hari, dengan pengeluaran rata-rata sebesar US$147,22 per hari per orang, atau mencapai US$1.133,81 per orang per kunjungan.

Pihaknya juga sedang fokus mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk ditawarkan kepada wisatawan yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sebanyak 16 KSPN yang sedang terus dikembangkan yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kintamani, Danau Batur (Bali), Menjangan, Pemuteran (Bali), Kuta, Sanur, Nusa Dua (Bali), Rinjani (Nusa Tenggara Barat), dan Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya, Ende-Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Toraja (Sulawesi Selatan), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Menurutnya, semakin banyaknya destinasi wisata yang dikembangkan, maka wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan memiliki banyak pilihan destinasi. Selain itu menggerakkan sektor riil melalui pariwisata dan ekonomi kreatif yang menyejahterakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata menparekraf wisata mice
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top