Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DANA SUBSIDI PENUMPANG: Kemenhub Minta BPK Audit PT Kereta Api

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan telah meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit penggunaan dana subsidi penumpang kereta api ekonomi yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia.
Henrykus F. Nuwa Wedo
Henrykus F. Nuwa Wedo - Bisnis.com 22 Mei 2013  |  18:12 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan telah meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit penggunaan dana subsidi penumpang kereta api ekonomi yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretapian Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan pihaknya meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar melakukan audit penggunaan dana subsidi kereta ekonomi (PSO) yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).  

“Kita minta bantuan BPK agar bisa tahu berapa dana perawatan dan dana depresiasi. Kemampuan kita hanya sekedar verifikasi dan untuk audit kami libatkan BPK,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Hanggoro menilai dengan adanya audit BPK diharapkan dapat mengetahui beban penggunaan anggaran perawatan kereta ekonomi dan biaya penurunan nilai fisik KA ekonomi (depresiasi).

Audit BPK dilakukan sejak 22 Februari dan akan diumumkan pada akhir Mei 2012 dan saat ini sedang dalam proses audit.  Dana PSO bagi angkutan KA ekonomi dikucurkan sejak 2000 sebesar Rp59 miliar dan meningkat menjadi Rp770,1 miliar pada 2012. Namun, dana 2012 hanya diserap oleh PT KAI sebesar Rp623,89 miliar.

Menurutnya, tidak terserapnya semua dana PSO pada 2012 karena PT KAI mengurangi perjalanan KA ekonomi, kapasitas tempat duduk tidak terisi penuh , pergantian KA ekonomi menjadi KA ekonomi AC-split dan sejumlah insiden tanah longsor seperti di Cilebut, Jawa Barat. (mfm)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kai kereta api kemenhub bpk pso audit
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top