Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INVESTOR MIGAS: RI Ajak Korea Selatan Kembangkan Teknologi

BISNIS.COM, JAKARTA--Pemerintah mengajak perusahaan asal Korea Selatan untuk berinvestasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) agar dapat membantu perusahaan dalam negeri mengembangkan teknologi di bidang up-stream dan mid-stream.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 05 Mei 2013  |  16:51 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Pemerintah mengajak perusahaan asal Korea Selatan untuk berinvestasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) agar dapat membantu perusahaan dalam negeri mengembangkan teknologi di bidang up-stream dan mid-stream.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan pihaknya telah mengadakan pembicaraan dengan Deputi Perdana Menteri Korea Selatan bidang energi untuk membahas kolaborasi di bidang teknologi.

Bahkan, saat itu Pemerintah Korea Selatan datang dengan membawa 50 calon investor asal negaranya.

“Ini kolaborasi menyediakan investor, membagi pengalaman perusahaan asal negaranya untuk Indonesia,” katanya di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Susilo mengungkapkan nantinya para investor dari Korea Selatan itu akan melanjutkan teknis kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Selain itu, Susilo juga menyebutkan bisa saja nantinya kerja sama tersebut akan mencakup pada proyek migas di dalam negeri, seperti proyek Lapangan Jangkrik, Kalimantan Timur.

“Sedang digarap tentunya. Akan tetapi itu kan soal komersial, karena saat ini kerja sama partnership dan teknikal, nanti hal itu [kerja sama proyek migas] akan dibicarakan secara bisnis,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun ini Pemerintah menargetkan investasi di sektor migas sebesar US$26,2 miliar. jumlah tersebut lebih besar sekitar 19,7% dibandingkan dengan investasi migas yang terjadi pada 2012 sebesar US$21,88 miliar.

Saat ini saja sudah ada program kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) dari 274 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang telah disetujui di 74 wilayah kerja eksploitasi dan 200 wilayah kerja eksplorasi.

Pemerintah juga telah menyetujui rencana investasi sebesar US$2,3 miliar untuk kegiatan eksploitasi, US$5 miliar untuk pengembangan, US$14,7 miliar untuk produksi migas, dan US$1,5 untuk administrasi umum. Selain itu, tahun ini juga telah ada rencana pengeboran di 1.177 sumur pengembangan, 1.094 sumur kerja ulang (work over) dan 99 sumur eksplorasi.

Sebelumnya, Pemerintah juga menandatangani tiga perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan di The 6th Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF), Bali.

Ketiga kerja sama itu adalah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama studi kelayakan mini LNG untuk transportasi antarpulau. MoU ini dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan Korea Register of Shipping dan Daewoo Shipbuilding&Marine Engineering.

Kerja sama kedua adalah MoU on cooperation in the field of CNG vehicle&synthetic natural gas related industries antara Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), PT Pertamina Trans Kontinental dan Korea Institute of Industrial Technology (Kitech).

Kemudian MoU on Power Business Development Collaboration Team antara PT Pertamina (Persero) dan SK E&S.

Dengan kerja sama itu diharapkan investor asal Korea Selatan mau menggarap sejumlah blok migas yang terletak di Indonesia bagian timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan kerja sama migas
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top