Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MASKAPAI PENERBANGAN : Nippon Airways dan Japan Airlines Merugi

BISNIS.COM, TOKYO -- Dua maskapai pengguna terbesar Boeing 787 Dreamliner di Jepang, ANA Holdings Inc dan Japan Airlines, menderita kerugian akibat diberhentikan sementara pesawat jet itu oleh regulator penerbangan sipil AS.

BISNIS.COM, TOKYO -- Dua maskapai pengguna terbesar Boeing 787 Dreamliner di Jepang, ANA Holdings Inc dan Japan Airlines, menderita kerugian akibat diberhentikan sementara pesawat jet itu oleh regulator penerbangan sipil AS.

Dampak negatif grounding pesawat itu dirasakan dua maskapai setelah mereka berencana memulai penerbangan komersil dengan Boeing 787 Dreamliner pascaselesainya pemeriksaan baterai pesawat itu.

Seperti dikutip Bloomberg, Rabu (1/5/2013), Penghentian Boeing 787 itu telah memangkas penjualan ANA sebesar 9 miliar yen atau setara dengan US$92 juta terhitung sampai Maret tahun ini dibandingkan dengan pemangkasan 7 miliar yen tahun sebelumnya.

Managing Executive Officer Japan Airlines (JAL) Norikazu Saito mengatakan penjualan mereka juga terpangkas sebesar 4,8 miliar yen dan laba operasi terpangkas sebesar 2,6 miliar yen pada tahun ini akibat penghentian operasi pesawat itu.

Saham ANA (All Nippon Airways Co) anjlok lebih dari 2 pekan terakhir, sedangkan saham JAL juga terperosok dalam 7 bulan di perdagangan bursa saham Tokyo. Keduanya berencana melanjutkan penerbangan komersil dengan 787 pada Juni sejak penghentian sementara oleh FAA pascakebakaran baterai pada 16 Januari lalu.

“Prediksi laba bersih mereka lebih buruk dari yang diharapkan. 787 masih diparkir di hanggar dan itu tidak akan menolong, dampak besarnya terhadap proyeksi pertumbuhan,” kata Mitsushige Akino, analis di Ichiyoshi Investment Management Co.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Tahir Saleh
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper