Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MASKAPAI PENERBANGAN : Nippon Airways dan Japan Airlines Merugi

BISNIS.COM, TOKYO -- Dua maskapai pengguna terbesar Boeing 787 Dreamliner di Jepang, ANA Holdings Inc dan Japan Airlines, menderita kerugian akibat diberhentikan sementara pesawat jet itu oleh regulator penerbangan sipil AS.
M. Tahir Saleh
M. Tahir Saleh - Bisnis.com 01 Mei 2013  |  17:33 WIB

BISNIS.COM, TOKYO -- Dua maskapai pengguna terbesar Boeing 787 Dreamliner di Jepang, ANA Holdings Inc dan Japan Airlines, menderita kerugian akibat diberhentikan sementara pesawat jet itu oleh regulator penerbangan sipil AS.

Dampak negatif grounding pesawat itu dirasakan dua maskapai setelah mereka berencana memulai penerbangan komersil dengan Boeing 787 Dreamliner pascaselesainya pemeriksaan baterai pesawat itu.

Seperti dikutip Bloomberg, Rabu (1/5/2013), Penghentian Boeing 787 itu telah memangkas penjualan ANA sebesar 9 miliar yen atau setara dengan US$92 juta terhitung sampai Maret tahun ini dibandingkan dengan pemangkasan 7 miliar yen tahun sebelumnya.

Managing Executive Officer Japan Airlines (JAL) Norikazu Saito mengatakan penjualan mereka juga terpangkas sebesar 4,8 miliar yen dan laba operasi terpangkas sebesar 2,6 miliar yen pada tahun ini akibat penghentian operasi pesawat itu.

Saham ANA (All Nippon Airways Co) anjlok lebih dari 2 pekan terakhir, sedangkan saham JAL juga terperosok dalam 7 bulan di perdagangan bursa saham Tokyo. Keduanya berencana melanjutkan penerbangan komersil dengan 787 pada Juni sejak penghentian sementara oleh FAA pascakebakaran baterai pada 16 Januari lalu.

“Prediksi laba bersih mereka lebih buruk dari yang diharapkan. 787 masih diparkir di hanggar dan itu tidak akan menolong, dampak besarnya terhadap proyeksi pertumbuhan,” kata Mitsushige Akino, analis di Ichiyoshi Investment Management Co.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing 787 dreamliner faa ana holdings japan airlines all nippon airways baterai boeing

Sumber : Bloomberg

Editor : Endot Brilliantono
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top