Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Unggas dari China Dilarang, Khawatir Flu Burung

BISNIS.COM, JAKARTA--Kemeterian Pertanian melarang seluruh unggas dan produk unggas dari Cina masuk ke Indonesia.Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Irwantoro mengatakan dirinya telah menyurati seluruh pengusaha unggas dan produk unggas
M. Kholikul Alim
M. Kholikul Alim - Bisnis.com 11 April 2013  |  21:25 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Kemeterian Pertanian melarang seluruh unggas dan produk unggas dari Cina masuk ke Indonesia.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Irwantoro mengatakan dirinya telah menyurati seluruh pengusaha unggas dan produk unggas untuk menghentikan impor dari Cina.

"Hari ini virus H7N9 sudah masuk notifikasi WTO dan tadi pagi saya sudah tanda tangan ke seluruh pengusaha menindaklanjuti pengumuman OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia) untuk melarang unggas dan produk unggas dari Cina masuk ke Indonesia," ujarnya hari ini, Kamis (11/4/2013)

Syukur menambahkan pelarangan impor dilakukan hingga ada pengumuman lebih lanjut dari OIE. Menurutnya, produk unggas terakhir yang masuk dari Cina ke Indonesia adalah bulu bebek dan terjadi 1,5 bulan yang lalu.

Bulu bebek tersebut, lanjutnya, digunakan untuk produksi kok bulutangkis. Selain menyurati para pengusaha, Kementan melalui Barantan telah menyurati seluruh Unit Pelaksana Teknis untuk menutup pintu masuk bagi unggas dan produk unggas asal Cina.

"Kami juga melakukan surveillance intensif ke seluruh balai-balai kami di Indonesua untuk memastikan bahwa di Indonesia tidak ada virus H7N9. Sampai saat ini belum ada laporan virus ini sudah masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Kementan, lanjutnya, juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kesejahteraan Sosial untuk menindaklanjuti merebaknya virus H7N9 dari Cina. Pasalnya, virus ini sangat berbahaya dan berbeda dengan virus-virus sebelumnya.

"Kita harus hati-hati sekali karena H7N9 ini sifatnya subklinik. Unggas yang terserang tidak sakit, tapi virusnya bisa menyerang manusia dan itu mematikan," jelasnya.

Disinggung mengenai molornya produksi vaksin untuk flu burung clade 2.3.2, Syukur menyebut Kementan harus berhati-hati dalam memproduksinya. Menurutnya, saat ini sedang dilakukan shading test sebagai tindak lanjut dari uji tantang vaksin baru.

"Begitu shading test langsung kami produksi dan edarkan. Produksi pertama 20.000 dosis, masing-masing perusahaan 5.000 dosis," ucapnya.

Vaksin baru tersebut, lanjutnya, akan diberikan secara gratis kepada para peternak kecil. Adapun perusahaan besar diharuskan untuk membeli.

Meski produksi vaksin baru molor, lanjutnya, penggunaan vaksin lama terbukti mampu mengatasi penyebaran flu burung clade 2.3.2. Hal tersebut terbuktin dengan tidak adanya tindakan depopulasi itik.

"Dengan cepatnya kami melakukan tindakan, jumlah kasus langsung drop. Penggunaan vaksin lama jumlahnya langsung turun, sehingga kita tidak perlu melakukan depopulasi," bebernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top