Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENERBANGAN PRINTIS: Rute Ke Pedalaman Papua Belum Dibuka

TIMIKA--Aktivitas penerbangan perintis ke sejumlah rute di wilayah pedalaman Papua dari Timika hingga akhir Januari 2013 belum juga dibuka akibat terkendala mekanisme anggaran.Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dishubkominfo Mimika, John Rettob di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Januari 2013  |  11:12 WIB

TIMIKA--Aktivitas penerbangan perintis ke sejumlah rute di wilayah pedalaman Papua dari Timika hingga akhir Januari 2013 belum juga dibuka akibat terkendala mekanisme anggaran.

Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dishubkominfo Mimika, John Rettob di Timika, Rabu  (30/1) mengatakan belum adanya aktivitas penerbangan perintis ke wilayah pedalaman Papua karena terkendala mekanisme anggaran di Kementerian Keuangan.

"Sampai saat ini belum jalan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Timika dan Papua tapi seluruh Indonesia karena ada perbedaan angka dan rute antara SK Menteri Perhubungan dengan yang tercantum dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sehingga masih dikasih tanda bintang," jelas John.

Menurutnya, aktivitas penerbangan perintis ke sejumlah rute di wilayah pedalaman Papua dari Timika selama ini mendapat dukungan dana subsidi dari APBN. Tidak adanya penerbangan perintis tersebut, kata John, sangat menyulitkan warga yang hendak bepergian ke wilayah pedalaman Papua.

"Saat ini masyarakat dalam posisi yang sangat sulit. Setiap hari ada banyak warga yang datang menanyakan jadwal keberangkatan pesawat ke pedalaman," ujarnya.

John meminta kesabaran warga yang hendak bepergian ke wilayah pedalaman Papua untuk dapat memahami kondisi yang terjadi.

"Mohon maaf bagi masyarakat yang hendak bepergian ke pedalaman karena untuk sementara waktu penerbangan perintis belum dibuka. Kami tidak bisa memastikan sampai kapan kondisi ini berlangsung," jelasnya.(Antara/if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top