Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOL MEDAN-TEBING TINGGI: Baru Dapat Beroperasi 2017

MEDAN--Proyek pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km baru dapat dioperasikan seluruhnya pada 2017 dengan target groundbreaking 2015 mendatang .Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Bidang Perencanaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  01:03 WIB

MEDAN--Proyek pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km baru dapat dioperasikan seluruhnya pada 2017 dengan target groundbreaking 2015 mendatang .

Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea mengatakan lahan masih menjadi persoalan yang mengganjal proses pembangunan jalan tol tersebut.

Pasalnya,  menurutnya, proses tender dan konstruksi baru bisa dilaksanakan bila lahan sudah terbebaskan 100%. Oleh karena itulah dia mendesak pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten untuk mempercepat proses pembebasan lahan bersama-sama dengan Badan Pertanahan Nasional.

“Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi optimistis awal 2015 sudah mulai groundbreaking, tanah memang menjadi persoalan utama maka kami minta mereka (pemda) betul-betul memacu dan menyusun target sehingga dapat tercapai,” ucapnya ketika berkunjung ke Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumatera Utara, Rabu (23/1).

Apalagi, sambungnya, ruas tol sepanjang 60 km merupakan salah satu dari lima show case yang pelaksanaannya harus dipastikan dan percepatan pembangunannya dikoordinasikan oleh BKPM.

“Kami datang ke Sumut saat ini untuk mengkoordinasikan dan memastikan proyek ini bisa terbangun sesuai dengan rencana, dan ini harus benar-benar dipacu bersama, dukungan APBN untuk pembebasan lahan sudah tersedia untuk ini,” tuturnya.

Di sisi lain, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah memulai proses tender prakualifikasi, dari situ sudah terjaring sekitar empat investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada ruas jalan senilai Rp7,7 triliun.

Antara lain konsorsium SP Road dan PT Prabu Persada, Konsorsium BUMN yang terdiri dari  PT Jasa Marga Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Hutama Karya; PT Bangun Cipta Sarana; dan Konsorsium PT Nusantara Infrastruktur Tbk dan Korea. (k10/if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tomi Razali & Dewi Andriani

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top