Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INSIDEN BOEING DREAMLINER: Senat AS Kaji Perizinan Penggunaan Baterai Lithium-Ion

JAKARTA-Sebuah komite senat AS akan mengadakan sidang pada beberapa minggu mendatang untuk membahas keselamatan penerbangan dan lembaga penerbangan sipil AS (FAA) untuk mengizinkan Boeing menggunakan baterai lithium-ion yang mudah terbakar pada pesawat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  19:18 WIB

JAKARTA-Sebuah komite senat AS akan mengadakan sidang pada beberapa minggu mendatang untuk membahas keselamatan penerbangan dan lembaga penerbangan sipil AS (FAA) untuk mengizinkan Boeing menggunakan baterai lithium-ion yang mudah terbakar pada pesawat Boeing 787 Dreamliner.

Otoritas AS, Jepang dan Prancis sedang menyelidiki dua kasus terpisah dimana baterai lithium-ion di pesawat baru mengalami kegagalan.

Salah satu baterai memicu kebakaran pada pesawat yang diparkir di Boston dan pesawat lainnya melakukan pendaratan darurat di Jepang. Akhirnya, pihak berwenang di seluruh dunia pekan lalu melarang 50 pesawat Boeing 787 Dreamliner untuk melakukan  penerbangan.

Pesawat 787 Dreamliner dengan harga US$207 juta adalah pesawat terbaru di dunia, berbadan ringan, canggih dan desain komposit-karbon yang memiliki kekuatan listrik lebih besar dibandingkan kekuatan listrik pesawat lainnya dan menggunakan bahan bakar lebih hemat 20%.

“Tentu saja isu-isu sertifikasi FAA akan menjadi perbincangan utama dari dengar pendapat pengawasan keselamatan penerbangan yang kami rencanakan,” ujar seorang ajudan komite senat bidang perdagangan, sains dan transportasi kepada Reuters dalam email.

Ajudan komite senat mengatakan siapapun tidak berwenang berbicara secara terbuka dan ketua komite senator John Rockefeller juga mengikuti insiden pesawat Boeing 787 Dreamliner.

Masalah dengan lithium-ion baterai ini telah memicu pertanyaan tentang mengapa FAA pada tahun 2007 memberikan Boeing suatu “kondisi khusus” untuk memungkinkan penggunaan baterai di pesawat itu, namun pada faktanya baterai sangat mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan jika terbakar .

FAA mengatakan akan mengawasi pesawat Boeing 787 Dreamliner selama dilarang terbang sampai maskapai penerbangan menunjukkan bahwa sistem baterai aman dan mematuhi peraturan keselamatan. (yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top