Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TANJUNG PRIOK: Dwelling time ditargetkan hanya 4 hari

JAKARTA: Pemerintah menargetkan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok dapat diturunkan dari 6,7 hari menjadi 4 hari pada tahun ini guna meningkatkan daya saing dan memangkas biaya logistik di Tanah Air.Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  16:48 WIB

JAKARTA: Pemerintah menargetkan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok dapat diturunkan dari 6,7 hari menjadi 4 hari pada tahun ini guna meningkatkan daya saing dan memangkas biaya logistik di Tanah Air.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pintu masuk strategis yang menampung sebagian besar kegiatan ekspor-impor.

Berdasarkan data pemerintah, ekspor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 22,6% pada 2012, sedangkan impornya mencapai 60,6%.

"Dwelling time harus kita turunkan dari 4,7 hari--6,7 hari pada saat ini, supaya bisa mempersingkat waktu, menurunkan biaya, dan muaranya meningkatkan daya saing," katanya, Senin (21/1/2013).

Pemerintah mengaku khawatir atas tren peningkatan dwelling time yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa tahun terakhir.

Pada Oktober 2010, dwelling time tercatat 4,88 hari, lalu meningkat menjadi Agustus 2011 menjadi 5,75 hari. Pada Juni 2012 proses dwelling di Pelabuhan Tanjung Priok makin memakan waktu lama, yakni 6,38 hari.

Penurunan masa dwelling time, imbuhnya, merupakan hal mutlak guna menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan berstandar internasional.

Hatta memaparkan cara untuk menurunkan dwelling time a.l. dengan menerapkan auto gate system, integrated cargo release system, serta memastikan tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) tersedia dan memadai.

"Untuk importir prioritas, dwelling time kita harapkan bisa drop di bawah 4 hari, nanti kita kejar jadi 3 hari, April kita evaluasi lagi," ujarnya.   (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top