Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: KBN Merugi Rp 1,7 Miliar/ hari

JAKARTA- Sebanyak 90 perusahaan yang berada di kawasan berikat nusantara (KBN) mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1,7 miliar.Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan dari 90 perusahaan tersebut masing-masingnya mengalami kerugian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  11:26 WIB

JAKARTA- Sebanyak 90 perusahaan yang berada di kawasan berikat nusantara (KBN) mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1,7 miliar.

Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan dari 90 perusahaan tersebut masing-masingnya mengalami kerugian sekitar Rp
190.000.000 per harinya.

Menurut Sarman kebanyakan perusahaan di KBN merupakan perusahaan bergerak di bidang tekstil sehingga kerugian yang dialami bisa diestimasi per rata-rata produksi hariannya.

Estimasi yang diberikan adalah rata-rata produksi per hari 10.000/pcs dengan ongkos jahit $2 bisa di kalkulasikan menjadi Rp 190.000.000. Beberapa kendala yang muncul akibat banjira diantaranya keterlambatan produksi, dan keterlambatan pengiriman barang.


Sementara itu kerugian juga dialami oleh kalangan pengusaha dikawasan industri Pulogadung. Sekitar 300 perusahaan lumpuh total tidak beroperasi akibat banjir yang menggenangi kawasan tersebut yang mencapai 40 meter.
Kerugian diperkirakan 1,5-2 miliyar perhari belum lagi peralatan produksi yang terkena banjir.

Dengan kerugian tersebut,kalangan pengusaha berharap agar Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait penanganan banjir bisa segera dikerjakan sehingga kedepannya tidak merugikan perekonomian Jakarta pada umumnya setiap tahun. (33/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Emanuel Tome Hayon

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top