Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMISARIS JAMSOSTEK: Buruh Pertanyakan Bambang & Mathias Jadi Komisaris

JAKARTA-Majelis Pekerja Buruh Indonesia menolak ditetapkannya Bambang Wirahyoso dan Mathias Tambing sebagai Dewan Komisaris PT Jamsostek.
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  16:12 WIB

JAKARTA-Majelis Pekerja Buruh Indonesia menolak ditetapkannya Bambang Wirahyoso dan Mathias Tambing sebagai Dewan Komisaris PT Jamsostek.

 

“Penetapan kedua orang itu tidak transparan dan bukan mewakili most representatif pekerja/buruh,” kata Presiden Federasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal.

 

Said yang juga Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menegaskan pengurus-pengurus serikat pekerja itu selama ini menolak pendirian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

 

Mathias Tambing, saat ini adalah Wakil Ketua Umum DPP KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), sedangkan Bambang Wirahyoso adalah Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN).

 

“Jika keduanya selama ini anti BPJS, padahal 1 Januari 2014 dan 1 Juli 2015 kedua lembaga itu beroperasi, maka menjadi kontradiktif apabila keduanya menduduki jabatan Dewan Komisaris PT Jamsostek”.

 

Dia menambahkan salah seorang dari mereka bahkan selalu mengancam akan menarik Jaminan Hari Tua (JHT) jaminan sosial tenaga kerja jika BPJS direalisasikan.

 

“Kami menduga dengan kedua pengurus serikat pekerja/serikat buruh ini menjadi Dewan Komisaris PT Jamsostek maka diduga ada transaksional jabatan”.

 

Pemerintah telah menetapkan Dewan Komisaris PT Jamsostek yakni Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani, Herman Hidayat dan Iskandar Maula (wakil pemerintah),  Bambang Wirahyoso (Serikat Pekerja Nasional), Mathias Tambing (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) sebagai wakil pekerja/buruh. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top