Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK DEPARTEMEN PU: Infrastruktur Air jadi Prioritas

JAKARTA-Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air."Prioritaskan pembangunan sumber daya air, waduk dan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  23:58 WIB

JAKARTA-Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air."Prioritaskan pembangunan sumber daya air, waduk dan irigasi dan pusat-pusat pertumbuhan untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air," ujar Hermanto (21/12).Pembangunan sumber daya air menjadi prioritas karena kebutuhan akan air di masa yang akan datang akan sangat mendesak. Sementara pembangunan jalan dan jembatan lebih bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.Hermanto mengungkapkan kebutuhan Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014 sekitar Rp689 triliun dan pemerintah dapat memenuhi sekitar Rp332 triliun. Sementara tahun 2013, anggaran Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp 77 triliun. Sehingga menurut Hermanto sangat dibutuhkan peran BUMN dan swasta untuk mendukung pembangunan infastruktur.Untuk meningkatkan ketahanan air dan ketahanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum merencanakan akan membangun 14 waduk baru sampai dengan tahun 2014. Pembangunan 14 waduk baru itu diproyeksi akan menyerap anggaran mencapai Rp10 triliun.Sebelumnya Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohammad Hasan mengungkapkan pembangunan waduk yang dilakukan Kementerian PU sudah melebihi restra 2010-2014 di mana PU menargetkan membangun 9 waduk dan sudah membangun 16 waduk.Kendati sudah melebihi renstra 2010-2014,  Hasan mengatakan kebutuhan air masih sangat urgen. Kondisi waduk sangat dipengaruhi oleh kondisi perubahan iklim yang tidak menentu dan aktifitas pembabatan hutan yang dilakukan secara masif."Kita mengalami perubahan iklim global yang tidak menentu, tambah lagi pembabatan hutan yang terjadi, ini sangat mempengaruhi kondisi ketersediaan air kita," ungkap Hasan.Adapun kondisi daya tampung waduk di Indonesia sejauh ini, menurut Hasan, mencapai 14 miliar meter kubik dan jika ditambah waduk-waduk yang ada dan sedang dibangun maka akan mencapai sekitar 16,6 miliar meter kubik. Namun presentasi air baku perkapita Indonesia masih cukup rendah.Gambaran umum storage capacity Indonesia baru mencapai 5000 meter kubik perkapita, sementara di China sudah di atas 1000 meter kubik perkapita.Adapun hingga kini Kementerian Pekerjaan Umum sedang membangun 7 waduk yakni Jati Gede di Cirebon, Bajul Mati di Banyuwangi, Titam di Bali, Pandan Duri di Lombok, Ngajui di Aceh, Gonggang di Magetan dan Wain di Kalimantan Timur.Dari ke-14 waduk itu direncanakan akan ada satu waduk dalam kapasitas besar yakni waduk Jati Gede dengan kapasitas mendekati satu miliar kubik.Adapun waduk Jati Gede itu diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan air baku dan irigasi warga Sumedang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top