Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK AIR MINUM: Jawa, Bali & Nusa Tenggara butuh Rp2,3 triliun

JAKARTA-Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengungkapkan investasi untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa penambahan jumlah sambungan baru di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara membutuhkan biaya mencapai Rp2,3 triliun. Investasi tersebut
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  00:30 WIB

JAKARTA-Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengungkapkan investasi untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa penambahan jumlah sambungan baru di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara membutuhkan biaya mencapai Rp2,3 triliun. Investasi tersebut digunakan untuk membuat 385.709 sambungan baru.Terdapat 17 Kota/Kabupaten yang akan melakukan pengembangan SPAM dan akan dibantu oleh pinjaman perbankan. Beberapa yang terbesar yaitu Kota Denpasar Provinsi Bali yaitu pembuatan pipa distribusi Intalasi Pengelolahan Air Minum (IPA) Petanu sepanjang 14 km dengan total investasi Rp465 miliar dengan pinjaman perbankan Rp 32 miliar.Selain itu, juga terdapat pembangunan sumur bor, unit distribusi dan penambahan 120.000 sambungan rumah (SR) di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat dengan total investasi Rp 177 miliar dan pinjaman perbankan 45 miliar.“Alternatif melalui sumber perbankan ini akan kita dorong terus kedepannya. Karena kalau hanya mengandalkan APBN pusat saja tidak akan cukup untuk mencapai sasaran target MDGs 2015,” kata Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono dalam siaran pers (20/12).Selain melalui perbankan, terdapat alternatif sumber pembiayaan lain yaitu melalui dana hibah. Total dana hibah untuk wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp417 miliar berasal dari AUSAID maupun USAID. Dengan dana hibah ini diperkirakan akan terwujud sebanyak 161.000 sambungan baru akan terpasang. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top