Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CIKARANG DRY PORT: ALFI DKI Pastikan Tidak Ancam Pengusaha Di Tanjung Priok

CIKARANG : Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan fasilitas Cikarang Dry Port (CDP) Jababeka.Ketua Alfi DKI Sofian Pane mengatakan banyak perusahaan forwarder di Pelabuhan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  15:28 WIB

CIKARANG : Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan fasilitas Cikarang Dry Port (CDP) Jababeka.Ketua Alfi DKI Sofian Pane mengatakan banyak perusahaan forwarder di Pelabuhan Tanjung Priok yang beranggapan kehadiran CDP merupakan ancaman bagi kelangsungan usaha forwarder dan logistik di Pelabuhan Priok."Karena itu kami ingin mempertegas dan menanyakan langsung kepada manajemen CDP, bagaimana dengan kehadiran dan operasional dry port itu ke depan," ujarnya disela-sela kunjungan pengurus ALFI DKI di lokasi CDP, Selasa (11/12/2012).Sofian menjelaskan ALFI DKI segera menjelaskan kepada anggota perusahaan forwarder dan logistik di Tanjung Priok, bagaimana sesungguhnya peran dry port tersebut."Yang terpenting bagi forwarder harus efisien, apalagi kita akan berhadapan dengan integrasi dan liberalisasi logistik Asean 2013," paparnya.Dia juga menyatakan tetap mendukung CDP sepanjang memberikan efisiensi dan dukungan arus barang dari dan ke pelabuhan Priok. "Namun, jangan sampai CDP juga memonopoli aktivitas logistik dari dan ke Priok,"ujarnya.Wakil Ketua Bidang Kepalabuhanan ALFI DKI M.Roy Rayadi mengusulkan pembentukan forum komunikasi sebagai sarana untuk mempertemukan kepentingan bisnis seluruh perusahaan logistik dan forwarder di Tanjung Priok dengan pengelola CDP.Managing Director Cikarang Dry Port Benny Woenardi mengungkapkan CDP menjamin tidak akan mengambil kegiatan forwarder dan perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). "Dry port tidak jalankan services forwarding," ujarnya.Jadi, sambungnya, dry port tidak akan memonopoli kegiatan dari dan ke Priok, meskipun telah mengantongi final port of destination dengan kode internasional: ID JBK 2010. "Kami juga menyiapkan pengamanan khusus pada kontener yang keluar masuk CDP dengan seal elektronik," paparnya.Benny mengatakantarif lift on-lift off (Lo-Lo) peti kemas sama dengan di pelabuhan Tanjung Priok yakni Rp187.500/peti kemas ukuran 20 kaki, dan Rp281.300/peti kemas 40 kaki.Untuk storage, dia mencontohkan penumpukan 1-3 hari untuk peti kemas 20 kaki sebesar Rp25.840/bok, sedangkan jika di Tanjung Priok Rp.27.200/bok. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhmad Mabrori

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top