INDUSTRI PERTAMBANGAN: Interpid Mines investasi US$200 juta di Bukit Tujuh

JAKARTA--Intrepid Mines Limited menyatakan siap melakukan konstruksi awal di lokasi pertambangan Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan investasi sebesar US$200 juta.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  18:28 WIB

JAKARTA--Intrepid Mines Limited menyatakan siap melakukan konstruksi awal di lokasi pertambangan Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan investasi sebesar US$200 juta.

Executive General Manager Intrepid Mines Ltd untuk wilayah Indonesia Tony Wenas mengatakan konstruksi tahap awal tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada semester II-2013, sehingga perusahaan dapat segera melakukan eksploitasi cadangan emas dan tembaga di wilayah tersebut.

“Kalau semua sesuai jadwal, semester II-2013 kami sudah mulai konstruksi. Akan tetapi, dengan adanya isu kepemilikan saat ini, kemungkinan tahapan tersebut akan tertunda. Padahal kami sudah siap melakukan konstruksi dengan menyiapkan sekitar US$200 juta,” katanya di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Tony mengungkapkan pihaknya selama ini telah menggelontorkan dana tidak kurang dari US$100 juta untuk melakukan eksplorasi di lokasi yang berdekatan dengan Pulau Merah itu. Hasilnya, ditemukan cadangan 1 miliar ton emas dan tembaga yang belum digarap, dengan kadar 0,6% tembaga dan 0,6 gram emas per ton.

Selain menyiapkan dana untuk konstruksi tahap awal, Intrepid juga menurutnya telah menyiapkan setidaknya US$200 juta untuk melaksanakan oxide drilling. “Untuk oxide drilling kami perkirakan sekitar US$200 juta, sedangkan untuk porphyry drilling itu akan miliaran US$,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini perusahaan tambang Australia itu tengah berupaya meraih haknya dalam proyek pertambangan emas di Bukit Tujuh, dengan melaporkan pemegang saham awal PT IMN yang menjadi mitra lokalnya ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Pelaporan tersebut dilakukan karena Intrepid merasa ditipu dengan kontrak perjanjian aliansi yang pernah ditandatangani oleh IMN dan Intrepid terkait proyek pertambangan itu. Perjanjian itu menyebutkan bila IMN mendapat porsi saham 20% dan Intrepid 80% dengan kewajiban menyediakan dana dan teknologi, serta tenaga dalam proses eksplorasi. (msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top