INVESTOR JEPANG: Tak Persoalkan Upah Buruh, Asal Listrik Tersedia

JAKARTA—Investor asal Jepang tidak mempermasalahkan besaran upah buruh di Indonesia, asalkan pasokan listrik bisa dipenuhi dan tidak mengganggu kegiatan produksi.
Muhamad Arsyad Paripurna | 04 Desember 2012 19:32 WIB

JAKARTA—Investor asal Jepang tidak mempermasalahkan besaran upah buruh di Indonesia, asalkan pasokan listrik bisa dipenuhi dan tidak mengganggu kegiatan produksi.

Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana menuturkan selama ini Jepang merupakan salah satu investor yang paling besar.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong industri skala kecil Jepang untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Investor Jepang tidak mengeluhkan upah buruh di Indonesia, tetapi pasokan energi harus terpenuhi,” katanya usai acara temu bisnis perwakilan investor Jepang, di Kementerian Perindustrian, Selasa (4/12).

Dia menjelaskan investor asal Jepang sangat berminat menanamkan modalnya di sejumlah sektor industri, seperti industri pengolahan batu bara, pertambangan, dan otomotif.

“Banyak investasi yang masuk dari Jepang. Mereka akan menggandeng mitra lokal. Khusus untuk sektor komponen otomotif, itu masih memiliki potensi yang sangat besar bagi mereka,” ujarnya.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan pemerintah menginginkan proses produksi sektor otomotif seluruhnya dibuat dari dalam negeri, mulai dari hulu hingga hilir. “Dengan investasi produsen komponen asal Jepang, proses produksi mobil bisa dimulai dari sektor hulu hingga hilir. Bahan bakunya bisa diperoleh di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hidayat, peraturan ekspor bahan baku mineral mendorong perusahaan asal Negeri Sakura tersebut untuk menanamkan modalnya pada pembangunan pabrik pengolahan pemurnian hasil tambang.

“Kami harap investor asal Jepang bisa mendirikan pabrik smelter agar produk yang dihasilkan bisa memberikan nilai tambah,” katanya. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top