Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELUMAS PERTAMINA Diekspor ke Lebih dari 22 Negara

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) Unit Lubricant menargetkan untuk menambah portfolio mereka dengan mempertahankan pangsar pasar domestik dan meningkatkan pengembangan pasar global melalui ekspor.Syafanir Sayuti, Retail Marketing Manager PT Pertamina (Persero)
Adi Purdiyanto
Adi Purdiyanto - Bisnis.com 07 November 2012  |  23:34 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) Unit Lubricant menargetkan untuk menambah portfolio mereka dengan mempertahankan pangsar pasar domestik dan meningkatkan pengembangan pasar global melalui ekspor.Syafanir Sayuti, Retail Marketing Manager PT Pertamina (Persero) Unit Lubricants, mengungkapkan pelumas Pertamina diterima di lebih dari 22 negara di dunia melalui beragam brand pelumas yang mulai diekspor sejak 2007.“Bahkan di negara rajanya otomotif, yakni Jepang, pelumas kita sudah bisa ditemukan dijaringan outlet Nafco, jaringan grosir terbesar di Jepang sebanyak 300 outlet. Dan permintaan untuk pasar luar negeri ini juga terus meningkat,“ ungkapnya pada acara pemberangkatan Fastron World Rally Team, Rabu (7/11).Penguasaan pangsa pasar pelumas Pertamina di pasar domestik merupakan yang tertinggi di dunia, dengan rata-rata pertumbuhan penjualan 10% per tahun, kendati dinamika bisnis semakit ketat dengan hadirnya lebih dari 210 pemain dan 1.000 brand.Dia mengungkapkan langkah Pertamina Lubricants untuk mendukung Rifat Sungkar sebagai pembalap dan Scot Beckwit sebagai navigator dalam tim Fastron World Rally Team berlaga di rali tingkat dunia tidak sia-sia.Rifat sebagai pembalap andalan Pertamina Lubricants tersebut berhasil menempatkan namanya pada jajaran atas para pereli dunia dengan menjuarai Class N beberapa kali putaran World Rally, seperti di Portugal naik podium 3, Jerman di podium 1, dan Italia di podium 3. (17/Bsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top