Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONDISI BUMN: 31 sudah Jadi mayat

YOGYAKARTA: Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan banyak lembaga pimpinanya kini telah jadi mayat alias tak aktif lagi. Dari total sekitar 141 BUMN hanya 110 yang saat ini masih aktif.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Oktober 2012  |  21:19 WIB

YOGYAKARTA: Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan banyak lembaga pimpinanya kini telah jadi mayat alias tak aktif lagi. Dari total sekitar 141 BUMN hanya 110 yang saat ini masih aktif.

Hal itu disampaikan Dahlan Iskan dalam rapat koordinasi Kementerian BUMN bersama Peresiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (10/10/2012) di Hotel The Sahid Rich Jogja. Dahlan menyatakan dari total 141 BUMN yang ada yang masih aktif dan menghadiri rapat koordinasi tinggal 110 BUMN.

“Yang ada 141 tapi kami undang 110, karena beberapa perusahaan sudah tinggal mayat. Cuma belum pernah dikubur, jadi daftarnya masih ada,” ujarnya.

Kendati demikian, menurutnya, ada beberapa BUMN yang masih bisa diselamatkan di antaranya PT Industri Kapal Indonesia (IKI), PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB), Leces dan PT. PAL Indonesia.

Beberapa BUMN yang berhasil terselamatkan lantaran terkait pula intervensi pemerintah a.l. PT DKB, kini dipercaya mengerjakan kapal perang dan angkatan laut. PT. PAL yang sebelumnya mencatatkan buku merah kini sudah mulai membukukan keuntungan meski belum mencapai ratusan miliar.

“Tidak semua mayat BUMN dikubur. Beberapa di antaranya bisa dimasukan 'ICU', 'diopname' dan beberapa sudah jalan. IKI galangan kapal sekarang sudah jalan sudah ada tanda kehidupan. Pengadaan alutsista sekarang harus di dalam negeri sudah dikerjakan DKB,” ujarnya.

Namun bagi BUMN yang memang tak dapat lagi diselematkan, kata Dahlan, diserahkan  ke presiden. "Apakah masih dipertahankan atau tidak. Sebab bagiamanpun pendirian BUMN tentu ada tujuanya," ujarnya.

Dari ratusan BUMN tersebut, sebagian dikelompokan ke sektor strategis di antaranya BUMN bidang ketahanan pangan. Sebab perananya dianggap besar bagi hajat hidup orang banyak. Misalnya Bulog, Berdikari dan Pupuk Indonesia. Dahlan mengklaim, BUMN kini berupaya bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk mengelola pertanian secara korporasi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan BUMN bekerja rill, efisien dan efektif. Tanpa itu BUMN hanya menjadi lembaga yang mati suri. Namun ia tak dapat memaksakan sebuah BUMN untuk tetap aktif bila memang tak dapat lagi dpertahankan.

“Saya berikan apresiasi pada bintang-bintang BUMN yang meraih dan mencetak prestasi yang membanggakan. Saya yakin akan lebih banyak lagi bintang baru di tahun mendatang. yang belum saya tidak gunakan istilah mayat tapi yang mati suri untuk bangkit dan maju. Kecuali yang mati suri sudah menyerah apa boleh buat,” kata SBY. (msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/ Harian Jogja/Bhekti Suryani

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top