Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIR MINUM: Proyek SPAM Jatiluhur kemungkinan tanpa tender

JAKARTA: Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mempertimbangkan penggunaan pola pembiayaan business to business (B to B) di proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, Jawa Barat.Kepala BPPSPAM Rachmat
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  15:47 WIB

JAKARTA: Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mempertimbangkan penggunaan pola pembiayaan business to business (B to B) di proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, Jawa Barat.Kepala BPPSPAM Rachmat Karnadi mengatakan skema pembiayaan tanpa melalui tender tersebut dipertimbangkan mengingat kebutuhan air di ibu kota Jakarta yang semakin mendesak sehingga dibutuhkan mekanisme yang lebih cepat."Jatiluhur diarahkan untuk B to B tanpa tender untuk dapat lebih mempersingkat waktu (pembangunan) sehingga 2014 SPAM Jatiluhur sudah bisa dioperasikan," ujarnya, Senin, 21 Mei 2012.Meski demikian, skema tersebut belum merupakan keputusan final. Masih akan ada kesepakatan dan pertimbangan lainnya sehingga keputusan baru akan ditetapkan pada Juni mendatang."Kalau sudah sepakat, bulan Juni akan keluar statement bagaimana model pembiayaannya, apakah dengan proses tender atau kerjasama (B to B). Jangan terpaku kalau tender paling bener karena B to B juga sudah ada peraturan yang membolehkan," tuturnya.Rachmat menjelaskan banyak hal yang membuat pihaknya mempertimbangkan penggunaan pola B to B. Yang paling utama karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan menghemat waktu.Berbeda dengan proses tender yang harus melewati banyak "prosesi" mulai dari prakualifikasi hingga penawaran yang memakan waktu satu hingga dua tahun, belum termasuk proses konstruksi dua tahun."Dua-duanya sama mengajukan penawaran terbuka. Tender banyak "upacara" nya, tiba-tiba perusahaan asing datang, ternyata bukan investor hanya pemborong. Kalau B to B, peserta yang ikut benar-benar serius dan paling efisien."Nanti, lanjut Rachmat, langsung dipilih panitia dan langsung konstruksi 2 tahun sehingga tidak butuh waktu lama.  (ra)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top